5 Alasan Stevia Miliki Efek Samping, Benarkah Aman untuk Semua Orang?
- 18 Sep 2026 13:11 WIB
- Serui
Poin Utama
- Stevia tidak selalu cocok untuk semua orang, terutama bagi mereka yang sensitif terhadap bahan tertentu
RRI.CO.ID, Serui - Stevia sering dianggap sebagai alternatif gula yang lebih ramah bagi tubuh. Pemanis yang berasal dari tanaman Stevia rebaudiana ini memiliki rasa manis yang jauh lebih kuat dibandingkan gula biasa, sehingga hanya dibutuhkan dalam jumlah kecil.
Meski begitu, bukan berarti stevia pasti cocok untuk semua orang. Pada sebagian orang, konsumsi stevia atau produk yang mengandung stevia dapat menimbulkan efek samping tertentu. Respons tubuh juga bisa berbeda-beda, tergantung jumlah konsumsi, kondisi kesehatan, serta bahan lain yang terdapat dalam produk.
Lantas, apa saja alasan stevia bisa menimbulkan efek samping?
1. Tubuh Sensitif terhadap Stevia
Setiap orang memiliki respons tubuh yang berbeda. Pada individu tertentu, konsumsi stevia dapat memicu keluhan seperti mual, pusing, atau rasa tidak nyaman setelah mengonsumsinya.
Kondisi ini tidak selalu berarti stevia berbahaya. Bisa saja tubuh seseorang memang lebih sensitif terhadap pemanis tertentu. Karena itu, penting memperhatikan respons tubuh setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung stevia.
2. Dikonsumsi dalam Jumlah Berlebihan
Stevia memang memiliki tingkat kemanisan yang tinggi, sehingga penggunaannya biasanya hanya sedikit. Namun, mengonsumsi produk dengan kandungan stevia secara berlebihan dapat membuat sebagian orang mengalami gangguan pencernaan, terutama jika produk tersebut juga mengandung bahan pemanis lain.
Alih-alih hanya melihat label "bebas gula", perhatikan juga jumlah konsumsi dan komposisi produk secara keseluruhan.
3. Bisa Memicu Keluhan Pencernaan
Beberapa produk pemanis berbasis stevia tidak hanya mengandung ekstrak stevia. Ada pula yang dicampur dengan bahan pengisi atau pemanis lain, seperti gula alkohol.
Bahan tambahan tersebut pada sebagian orang dapat menyebabkan perut kembung, gas, atau perubahan pola buang air besar. Jadi, ketika muncul gangguan pencernaan, belum tentu stevia menjadi satu-satunya penyebab.
4. Respons terhadap Rasa Manis Bisa Berbeda
Stevia memiliki karakter rasa yang berbeda dari gula. Sebagian orang mungkin merasakan sensasi pahit atau aftertaste tertentu setelah mengonsumsinya.
Jika digunakan dalam produk tertentu, karakter rasa tersebut bisa terasa lebih kuat. Hal ini bukan efek samping medis, tetapi merupakan salah satu alasan mengapa sebagian orang merasa kurang nyaman setelah mengonsumsi produk dengan stevia.
5. Produk Stevia Bisa Memiliki Komposisi yang Berbeda
Tidak semua produk yang menggunakan label stevia memiliki komposisi yang sama. Ada produk yang menggunakan ekstrak stevia sebagai salah satu bahan, kemudian mengombinasikannya dengan pemanis atau bahan lainnya.
| Baca juga: Gula Darah Turun : Ampuhkah Pakai Herbal? |
Karena itu, efek yang dirasakan seseorang bisa saja berasal dari kombinasi bahan dalam produk, bukan semata-mata dari stevia. Membaca daftar komposisi menjadi langkah sederhana untuk mengetahui apa saja yang sebenarnya dikonsumsi.
Jadi, Apakah Stevia Harus Dihindari?
Jawabannya tidak selalu. Stevia yang telah dimurnikan dan digunakan sesuai ketentuan umumnya dapat menjadi salah satu pilihan pemanis rendah kalori. Namun, "alami" bukan berarti otomatis cocok untuk setiap orang.
Jika setelah mengonsumsi produk dengan stevia muncul keluhan yang berulang, sebaiknya kurangi atau hentikan sementara konsumsinya dan perhatikan apakah keluhan tersebut membaik. Untuk keluhan yang berat atau menetap, konsultasikan dengan tenaga kesehatan.
Pada akhirnya, kunci penggunaan stevia adalah secukupnya, perhatikan komposisi produk, dan kenali respons tubuh sendiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....