Pekerja Kantoran Harus Tahu, 3 Area Tubuh Rentan Saraf Terjepit

  • 08 Sep 2026 06:03 WIB
  •  Serui
Poin Utama
  • Leher, punggung/pinggang, serta pergelangan tangan merupakan area yang perlu mendapat perhatian lebih bagi pekerja kantoran karena sering mengalami tekanan akibat postur dan aktivitas kerja berulang.
  • Jangan mengabaikan kesemutan, mati rasa, nyeri yang menjalar, atau kelemahan yang menetap karena keluhan tersebut membutuhkan evaluasi medis untuk mengetahui penyebabnya.

RRI.CO.ID, Serui - Bekerja berjam-jam di depan komputer sudah menjadi rutinitas bagi banyak pekerja kantoran. Tanpa disadari, kebiasaan duduk terlalu lama, posisi tubuh yang kurang tepat, hingga minimnya aktivitas fisik dapat memberikan tekanan berlebih pada bagian tubuh tertentu. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai keluhan, salah satunya saraf terjepit.

Saraf terjepit terjadi ketika jaringan di sekitar saraf, seperti tulang, otot, tendon, atau bantalan tulang belakang, memberikan tekanan pada saraf. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa nyeri, kesemutan, mati rasa, hingga kelemahan pada bagian tubuh tertentu.

Bagi pekerja kantoran, beberapa area tubuh memiliki risiko lebih tinggi mengalami masalah akibat kebiasaan duduk dan bekerja dalam posisi yang sama selama berjam-jam. Mengenali area tersebut penting agar keluhan dapat ditangani lebih awal dan tidak mengganggu produktivitas sehari-hari.

1. Leher

Leher menjadi salah satu bagian tubuh yang paling sering mengalami keluhan pada pekerja yang menghabiskan banyak waktu di depan komputer. Posisi kepala yang terlalu menunduk ketika melihat layar laptop atau ponsel dapat memberikan beban tambahan pada otot dan struktur di sekitar tulang belakang leher.

Kebiasaan bekerja dengan posisi kepala maju ke depan juga dapat membuat otot leher dan bahu terus-menerus berada dalam kondisi tegang. Dalam jangka panjang, tekanan pada area tersebut dapat memicu gangguan pada saraf.

Gejala saraf terjepit di leher tidak selalu hanya berupa nyeri pada leher. Keluhan dapat menjalar ke bahu, lengan, bahkan hingga jari-jari tangan. Sebagian orang juga dapat merasakan kesemutan atau mati rasa.

Untuk mengurangi risikonya, pekerja kantoran sebaiknya memastikan posisi monitor berada pada ketinggian yang nyaman. Kepala idealnya tidak terus-menerus menunduk saat bekerja. Selain itu, lakukan peregangan leher dan bahu secara berkala, terutama setelah duduk dalam waktu lama.

2. Punggung dan Pinggang

Area punggung bawah atau pinggang juga rentan mengalami masalah pada orang yang terlalu lama duduk. Duduk selama berjam-jam tanpa mengubah posisi dapat membuat tekanan pada tulang belakang meningkat.

Risiko dapat semakin besar apabila kursi tidak memberikan dukungan yang baik atau posisi duduk dilakukan dengan membungkuk. Kebiasaan tersebut dapat memberikan tekanan pada struktur tulang belakang, termasuk bantalan antarruas tulang belakang.

Ketika saraf di area punggung bawah mengalami tekanan, rasa sakit dapat muncul di pinggang dan menjalar menuju bokong hingga kaki. Kondisi seperti ini sering kali membuat seseorang merasa tidak nyaman ketika duduk, berdiri, atau berjalan.

Karena itu, posisi duduk yang ergonomis sangat penting. Punggung sebaiknya mendapatkan penyangga, kedua kaki dapat menapak dengan nyaman, dan posisi meja serta kursi disesuaikan agar tubuh tidak perlu membungkuk atau menjangkau terlalu jauh saat bekerja.

Namun, menjaga postur saja tidak cukup. Tubuh tetap membutuhkan pergerakan. Pekerja kantoran dianjurkan untuk sesekali berdiri, berjalan sebentar, atau melakukan peregangan ringan di sela pekerjaan.

3. Pergelangan Tangan dan Tangan

Selain tulang belakang, area tangan dan pergelangan juga perlu diperhatikan. Pekerjaan yang melibatkan penggunaan keyboard dan mouse secara berulang dapat membuat jaringan di sekitar pergelangan tangan mengalami tekanan.

Salah satu gangguan yang dapat terjadi adalah carpal tunnel syndrome, yaitu kondisi ketika saraf median di area pergelangan tangan mengalami tekanan. Keluhannya dapat berupa kesemutan, mati rasa, rasa seperti terbakar, atau nyeri pada tangan dan jari tertentu.

Risiko dapat meningkat apabila pergelangan tangan terlalu sering berada dalam posisi yang tidak nyaman selama bekerja. Penggunaan perangkat kerja dengan posisi yang tepat dapat membantu mengurangi tekanan pada area tersebut.

Pekerja juga dapat memberikan waktu istirahat bagi tangan dengan menghentikan aktivitas mengetik atau menggunakan mouse sejenak. Gerakan peregangan sederhana pada jari dan pergelangan tangan dapat dilakukan secara berkala selama tidak menimbulkan rasa sakit.

Jangan Abaikan Gejala yang Terus Berulang

Rasa pegal setelah bekerja seharian memang cukup umum. Namun, keluhan yang terus berulang atau disertai kesemutan, mati rasa, nyeri yang menjalar, dan kelemahan pada anggota tubuh sebaiknya tidak dianggap sebagai kelelahan biasa.

Apabila gejala semakin berat, berlangsung dalam waktu lama, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, pemeriksaan oleh tenaga medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya. Tidak semua nyeri leher, pinggang, atau tangan disebabkan oleh saraf terjepit. Diagnosis yang tepat diperlukan agar penanganannya sesuai dengan kondisi yang dialami.

Pekerja kantoran juga sebaiknya tidak menunggu sampai rasa sakit menjadi berat sebelum memperbaiki kebiasaan kerja. Mengatur posisi meja dan kursi, menjaga postur tubuh, melakukan aktivitas fisik, serta memberikan jeda dari posisi duduk merupakan beberapa langkah sederhana yang dapat diterapkan setiap hari.

Kebiasaan Kecil Bisa Menjaga Kesehatan Saraf

Kesibukan pekerjaan sering membuat seseorang lupa bahwa tubuh membutuhkan waktu untuk bergerak dan beristirahat. Duduk dalam posisi yang sama selama berjam-jam mungkin terasa praktis, tetapi kebiasaan tersebut dapat memberikan tekanan berulang pada bagian tubuh tertentu.

Menjaga kesehatan saraf tidak harus dimulai dengan perubahan besar. Pekerja dapat memulainya dengan mengatur posisi layar komputer, memperbaiki postur duduk, menggunakan perangkat kerja dengan posisi yang nyaman, dan menyempatkan diri berdiri atau berjalan di sela pekerjaan.

Yang tidak kalah penting, dengarkan sinyal dari tubuh. Nyeri, kesemutan, mati rasa, atau kelemahan yang muncul berulang merupakan tanda yang sebaiknya diperhatikan.

Dengan menerapkan kebiasaan kerja yang lebih sehat, pekerja kantoran dapat membantu mengurangi beban pada leher, punggung, pinggang, dan pergelangan tangan. Produktivitas pun dapat berjalan beriringan dengan kesehatan tubuh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....