5 Alasan Lingkar Paha Besar Bisa Picu Risiko Penyakit Jantung

  • 19 Agt 2026 16:18 WIB
  •  Serui
Poin Utama
  • Ukuran paha dapat dipengaruhi otot maupun lemak. Risiko jantung lebih tepat dinilai dengan melihat berbagai faktor, seperti berat badan, tekanan darah, kolesterol, gula darah, aktivitas fisik, dan kebiasaan hidup.
  • Menjaga berat badan tetap sehat, rutin bergerak, mengonsumsi makanan bergizi, tidak merokok, tidur cukup, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan bagian penting dari upaya mengurangi risiko penyakit jantung.

RRI.CO.ID, Serui - Selama ini, pembahasan mengenai risiko penyakit jantung lebih sering dikaitkan dengan berat badan, lingkar perut, tekanan darah, kolesterol, dan kurangnya aktivitas fisik. Namun, kondisi bagian tubuh tertentu, termasuk ukuran lingkar paha, juga dapat memberikan gambaran mengenai komposisi tubuh dan kesehatan metabolik seseorang.

Meski begitu, lingkar paha yang besar tidak otomatis berarti seseorang berisiko terkena penyakit jantung. Ukuran paha dapat dipengaruhi oleh massa otot, lemak, faktor genetik, hingga aktivitas fisik. Karena itu, diperlukan pemahaman yang lebih luas sebelum menghubungkan ukuran paha dengan kesehatan jantung.

Berikut lima alasan mengapa lingkar paha yang besar, terutama jika berkaitan dengan penumpukan lemak dan kondisi metabolik tertentu, perlu diperhatika

1. Bisa Menunjukkan Penumpukan Lemak Tubuh

Salah satu faktor yang dapat membuat lingkar paha bertambah adalah meningkatnya jumlah lemak tubuh. Jika penumpukan lemak terjadi secara berlebihan dan disertai berat badan berlebih, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan meningkatnya risiko gangguan metabolisme.

Gangguan metabolisme, seperti kadar gula darah dan kolesterol yang tidak terkontrol, dapat memberikan tekanan tambahan pada sistem kardiovaskular. Karena itu, ukuran paha sebaiknya tidak dinilai secara terpisah, tetapi dilihat bersama komposisi tubuh secara keseluruhan.

2. Berkaitan dengan Distribusi Lemak

Tubuh menyimpan lemak di berbagai lokasi. Cara tubuh mendistribusikan lemak dapat dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, genetik, pola makan, dan aktivitas fisik.

Lemak yang menumpuk berlebihan, terutama ketika disertai obesitas atau gangguan metabolisme, dapat berhubungan dengan proses peradangan dan perubahan metabolik yang berdampak pada kesehatan pembuluh darah.

Meski demikian, ukuran paha tidak dapat digunakan sebagai pengganti pemeriksaan kesehatan untuk menentukan risiko penyakit jantung.

3. Bisa Berjalan Bersamaan dengan Kurangnya Aktivitas Fisik

Lingkar paha yang besar terkadang ditemukan pada orang dengan kelebihan berat badan dan aktivitas fisik yang rendah. Kurang bergerak dapat membuat pengeluaran energi lebih rendah dan meningkatkan kemungkinan terjadinya penambahan berat badan.

Dalam jangka panjang, kurang aktivitas fisik dapat menjadi salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskular. Sebaliknya, aktivitas fisik rutin membantu menjaga kebugaran, berat badan, serta kesehatan jantung.

Yang perlu diperhatikan, paha besar karena massa otot pada orang yang aktif tentu berbeda dengan paha besar akibat peningkatan lemak tubuh.

4. Dapat Berkaitan dengan Kondisi Metabolik

Ukuran tubuh yang meningkat dapat menjadi salah satu bagian dari gambaran kondisi metabolik seseorang. Jika disertai tekanan darah tinggi, kadar gula darah meningkat, kolesterol tidak sehat, atau obesitas, risiko terhadap kesehatan jantung dapat menjadi lebih besar.

Itulah sebabnya pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, dan profil kolesterol jauh lebih informatif untuk menilai kesehatan dibandingkan hanya mengukur lingkar paha.

5. Membantu Mengingatkan Pentingnya Menilai Komposisi Tubuh

Ukuran paha seharusnya tidak menjadi alasan untuk langsung menyimpulkan seseorang memiliki risiko penyakit jantung. Namun, perubahan ukuran tubuh yang terjadi bersamaan dengan kenaikan berat badan dapat menjadi pengingat untuk mengevaluasi pola hidup.

Memperhatikan pola makan, aktivitas fisik, kualitas tidur, tekanan darah, kadar kolesterol, dan gula darah merupakan langkah yang lebih tepat untuk menjaga kesehatan jantung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....