Mengurai Fakta & Mitos Penyakit Kulit Kronis Psoriasis yang Kerap Disalahpahami
- 18 Agt 2026 09:04 WIB
- Serui
RRI.CO.ID, Serui - Psoriasis masih sering disalahartikan sebagai penyakit kulit biasa atau bahkan dianggap menular. Padahal, kondisi ini merupakan penyakit autoimun kronis yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bekerja terlalu aktif sehingga mempercepat pertumbuhan sel kulit. Akibatnya, kulit mengalami penumpukan sel yang memicu munculnya bercak merah, sisik tebal, rasa gatal, hingga nyeri.
Kurangnya pemahaman di masyarakat membuat penderita psoriasis tidak hanya menghadapi tantangan kesehatan, tetapi juga stigma sosial. Karena itu, penting untuk mengenali fakta dan membedakannya dari berbagai mitos yang masih beredar. berikut beberapa uraian fakta mengenai Penyakit Kulit Psoriasis yang kerap disalahpahami :
1. Psoriasis Bukan Penyakit Menular
Salah satu kesalahpahaman yang paling umum adalah anggapan bahwa psoriasis dapat menular melalui sentuhan, penggunaan barang bersama, atau kontak dekat dengan penderitanya. Faktanya, psoriasis sama sekali tidak menular. Penyakit ini muncul karena gangguan pada sistem imun yang dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan. Seseorang tidak akan tertular psoriasis hanya karena berjabat tangan atau berada di dekat penderitanya. Meski gejalanya tampak pada kulit, psoriasis bukan sekadar gangguan kulit biasa. Peradangan yang terjadi dapat memengaruhi bagian tubuh lain, termasuk sendi pada sebagian penderita, yang dikenal sebagai arthritis psoriatik. Karena itu, penanganan psoriasis tidak hanya berfokus pada kulit, tetapi juga mempertimbangkan kondisi kesehatan secara menyeluruh.
2. Stres bukan satu-satunya penyebab Psoriasis.
Stres memang dapat menjadi salah satu pemicu memburuknya gejala, tetapi bukan satu-satunya faktor. Infeksi, cedera kulit, perubahan cuaca, kebiasaan merokok, alkohol, dan faktor tertentu lainnya juga dapat berperan.
3. Gejalanya Bisa Berbeda pada Setiap Orang.
Psoriasis tidak selalu memiliki gejala yang sama. Ada penderita yang mengalami bercak merah bersisik di siku, lutut, atau kulit kepala, sementara yang lain dapat mengalami keluhan di kuku, telapak tangan, atau bagian tubuh lainnya. Beberapa faktor yang dapat memicu atau memperburuk gejala antara lain stres, infeksi, cedera pada kulit, perubahan cuaca, serta kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol pada sebagian orang.
3. Psoriasis tidak Bisa Sembuh Total dengan Obat Herbal
Berbagai klaim tentang obat herbal yang disebut mampu menyembuhkan psoriasis secara permanen sering ditemukan. Faktanya Hingga saat ini, belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan psoriasis secara total. Namun, berbagai terapi medis yang direkomendasikan dokter dapat membantu mengendalikan gejala, mengurangi peradangan, dan meningkatkan kualitas hidup penderita. Penggunaan produk atau pengobatan alternatif sebaiknya tetap dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan.
4. Psoriasis berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh dan proses peradangan
Psoriasis bukan sekadar penyakit pada permukaan kulit. Psoriasis merupakan penyakit inflamasi kronis yang berkaitan dengan gangguan regulasi sistem kekebalan tubuh. Pada kondisi ini, sistem imun menjadi terlalu aktif dan memicu proses peradangan pada kulit. Akibat proses tersebut, sel-sel kulit dapat berkembang dan berganti jauh lebih cepat daripada kondisi normal. Penumpukan sel kulit kemudian dapat menyebabkan munculnya bercak atau plak yang menebal, kemerahan, kering, bersisik, dan terkadang disertai rasa gatal atau nyeri.
Peradangan pada psoriasis juga tidak selalu terbatas pada kulit. Sebagian penderita dapat mengalami peradangan pada sendi yang dikenal sebagai artritis psoriatik, sehingga psoriasis perlu dipahami sebagai kondisi yang dapat berdampak pada kesehatan secara lebih luas.
5. Sisik Psoriasis Bukan Kotoran
Kulit yang mengalami psoriasis sebaiknya tidak digosok atau dikorek secara keras untuk menghilangkan sisiknya. Menggosok, menggaruk, atau mengelupas sisik secara paksa dapat menyebabkan iritasi dan luka pada kulit. Cedera pada kulit pada sebagian penderita justru dapat memicu munculnya lesi psoriasis baru, yang dikenal sebagai fenomena Koebner. Perawatan sebaiknya dilakukan dengan lembut, misalnya menggunakan pelembap secara rutin dan mengikuti terapi yang direkomendasikan oleh dokter. Sisik psoriasis dapat ditangani secara bertahap dengan perawatan yang tepat, bukan dengan menggosok kulit secara berlebihan.
Langkah Mengelola Psoriasis
Penderita psoriasis dapat melakukan beberapa langkah untuk membantu mengendalikan kondisi, di antaranya:
Menjaga kelembapan kulit dengan pelembap.
Mengelola stres melalui aktivitas yang menenangkan.
Menerapkan pola makan seimbang dan gaya hidup sehat.
Menghindari pemicu yang telah dikenali.
Berkonsultasi secara rutin dengan dokter untuk mendapatkan terapi yang sesuai.
Meningkatkan Kepedulian Masyarakat
Psoriasis memang merupakan kondisi kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang, tetapi bukan alasan untuk memberikan stigma kepada penderitanya. Dukungan keluarga, lingkungan, serta pemahaman yang benar dapat membantu penderita menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih percaya diri. Mengenali fakta tentang psoriasis adalah langkah awal untuk membangun kepedulian sekaligus menghapus berbagai mitos yang selama ini berkembang di masyarakat.
Psoriasis bukan penyakit menular dan bukan akibat kurangnya kebersihan. Psoriasis merupakan kondisi kronis yang berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh dan dapat dikelola dengan penanganan yang tepat. Mengenali fakta dan meluruskan mitos merupakan langkah penting untuk mengurangi stigma serta meningkatkan kepedulian terhadap penderita psoriasis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....