Potong Kutikula? Waspada Infeksi Kuku

  • 29 Jul 2026 07:13 WIB
  •  Serui
Poin Utama
  • Kutikula berfungsi melindungi kuku dari masuknya bakteri, jamur, dan kotoran penyebab infeksi.
  • Memotong kutikula dapat meningkatkan risiko paronikia, terutama jika dilakukan dengan alat yang tidak steril.
  • Perawatan kutikula yang aman meliputi penggunaan pelembap, mendorong kutikula secara perlahan, dan menjaga kebersihan alat manicure.

RRI.CO.ID, Serui - Merawat kuku merupakan bagian penting dari menjaga kebersihan dan penampilan. Salah satu langkah yang sering dilakukan saat manicure adalah memotong kutikula agar kuku terlihat lebih rapi. Namun, tahukah Anda bahwa kebiasaan ini justru dapat meningkatkan risiko infeksi jika dilakukan sembarangan?

Kutikula bukan sekadar lapisan kulit tipis di pangkal kuku. Bagian ini memiliki fungsi penting sebagai pelindung alami yang mencegah bakteri, jamur, dan kotoran masuk ke area pertumbuhan kuku. Karena itu, memotong kutikula tanpa alasan medis sebaiknya dihindari.

Mengapa Kutikula Tidak Disarankan Dipotong?

Kutikula berfungsi sebagai penghalang antara kulit dan lempeng kuku. Ketika lapisan ini dipotong terlalu dalam atau terluka, celah tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi mikroorganisme penyebab infeksi.

Akibatnya, area sekitar kuku bisa mengalami peradangan yang ditandai dengan kemerahan, nyeri, bengkak, hingga keluarnya nanah. Kondisi ini dikenal sebagai paronikia, yaitu infeksi pada jaringan di sekitar kuku yang dapat disebabkan oleh bakteri maupun jamur.

Risiko Memotong Kutikula

Memotong kutikula secara rutin dapat menimbulkan beberapa masalah, antara lain:

  • Meningkatkan risiko infeksi bakteri dan jamur.
  • Menyebabkan iritasi, perdarahan, atau luka kecil di sekitar kuku.
  • Mengganggu pertumbuhan kuku sehingga menjadi tidak rata atau mudah rapuh.
  • Membuat kulit di sekitar kuku lebih kering dan mudah pecah.

Risiko tersebut akan semakin besar jika alat manicure yang digunakan tidak steril atau dipakai bergantian dengan orang lain.

Cara Merawat Kutikula dengan Aman

Alih-alih memotongnya, Anda dapat menjaga kesehatan kutikula dengan beberapa langkah sederhana:

  • Gunakan pelembap atau minyak kutikula secara rutin agar kulit tetap lembut.
  • Setelah mandi atau merendam tangan dalam air hangat, dorong kutikula secara perlahan menggunakan alat khusus yang bersih, tanpa memaksanya.
  • Hindari menggigit kuku atau menarik kulit di sekitar kuku.
  • Pastikan peralatan manicure selalu bersih dan telah disterilkan sebelum digunakan.

Jika kutikula tampak kering atau pecah-pecah, cukup oleskan krim pelembap dan hindari mengelupasnya secara paksa.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri ke tenaga medis apabila area sekitar kuku mengalami nyeri hebat, bengkak, bernanah, atau kemerahan yang semakin meluas. Penanganan sejak dini dapat mencegah infeksi berkembang menjadi lebih serius.

Merawat kuku tidak harus dengan memotong kutikula. Menjaga kebersihan, menggunakan alat yang steril, dan merawat kutikula dengan benar merupakan langkah terbaik untuk mendapatkan kuku yang sehat sekaligus indah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....