Sukses Bariatrik: Sehat Fisik, Kuat Mental

  • 09 Mei 2026 14:57 WIB
  •  Serui
Poin Utama
  • Pasien Bariatrik, Pendampingan Psikolog

RRI.CO.ID, Serui - Operasi bariatrik atau prosedur pengecilan lambung sering kali dianggap sebagai "jalan pintas" instan untuk mengatasi obesitas morbid. Namun, banyak yang tidak menyadari bahwa mengubah ukuran perut hanyalah separuh dari perjuangan.

Melansir dari Fimela.com. Untuk memenangkan peperangan melawan obesitas secara permanen, pasien bariatrik ternyata tidak hanya butuh ahli gizi, tetapi juga pendampingan dari seorang psikolog. Mengapa demikian?

Mengapa Hanya Menggunakan Satu Pendekatan atau Teori Ini Saja?

Operasi memang mengubah anatomi tubuh, namun tidak secara otomatis mengubah pola pikir (mindset). Mengatasi obesitas secara efektif memerlukan pendekatan komprehensif yang melibatkan psikolog untuk menangani akar permasalahan psikologis.

1. Mengatasi Emotional Eating

Banyak penderita obesitas menjadikan makanan sebagai mekanisme pelarian (coping mechanism) saat stres, sedih, atau marah. Setelah operasi, kapasitas lambung menjadi sangat kecil. Jika pola emotional eating tidak disembuhkan, pasien akan merasa frustrasi atau bahkan mencari pelarian negatif lainnya.

2. Menghadapi Perubahan Citra Tubuh (Body Image)

Kehilangan berat badan secara drastis dalam waktu singkat bisa menimbulkan "kejutan" mental. Pasien mungkin mengalami dismorfia tubuh, di mana mereka masih merasa "gemuk" meski timbangan sudah turun jauh, atau merasa tidak nyaman dengan sisa kulit yang bergelambir (excess skin).

3. Mencegah Transfer Addiction

Ada fenomena di mana pasien yang tidak lagi bisa "kecanduan" makanan (karena keterbatasan fisik lambung) malah beralih ke kecanduan lain, seperti penyalahgunaan zat dan tindakan nekat. Psikolog membantu pasien menemukan cara sehat untuk menyalurkan emosi.

Peran Psikolog Dalam Setiap Tahapan Dukungan Psikologis

Adapun tahapan ini bukan hanya dilakukan setelah operasi, melainkan sebuah rangkaian perjalanan:

#Tahapan Peran Psikolog

1. Pre-Operasi: Menilai kesiapan mental dan memastikan pasien memiliki ekspektasi yang realistis terhadap hasil operasi.

2. Masa Pemulihan: Membantu pasien beradaptasi dengan pola makan cairan dan perubahan gaya hidup yang ketat.

3. Jangka Panjang: Menjaga motivasi agar pasien tidak kembali ke kebiasaan lama (weight regain).

#Kolaborasi Tim: Kunci Keberhasilan

Dalam manajemen obesitas, pasien idealnya didukung oleh tim multidisiplin:

⦁ Dokter Spesialis Bedah: Menangani tindakan medis.

⦁ Ahli Gizi: Mengatur nutrisi agar kebutuhan tubuh terpenuhi meski porsi makan sedikit.

⦁ Psikolog: Menjaga kesehatan mental dan konsistensi perilaku.

Operasi bariatrik adalah alat (tool), bukan keajaiban. Keberhasilan jangka panjang sangat bergantung pada bagaimana pasien mengelola pikiran dan emosinya. Jadi, jika Anda atau kerabat sedang merencanakan bariatrik, jangan lupakan kesehatan mental. Jiwa yang sehat atau kuat akan mendorong tubuh untuk sehat, dan sebaliknya.

Obesitas merupakan masalah kesehatan dengan banyak penyebab. Menyembuhkan lambung tanpa menyembuhkan hubungan kita dengan makanan adalah solusi yang tidak lengkap.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....