Daun Kelor Bisa Saring Mikroplastik, namun Ada Kendala.
- 02 Mei 2026 07:40 WIB
- Serui
Poin Utama
- Riset, Daun Kelor,
RRI.CO.ID, Serui - Polusi mikroplastik telah menyebar secara luas, mencemari badan air dan lingkungan sekitar. Tanpa disadari, banyak orang kini hidup berdampingan dengan mikroplastik. Kondisi yang mengkhawatirkan ini mendorong para peneliti untuk mendalami solusi yang lebih berkelanjutan.
Studi terkini menunjukkan bahwa ekstrak tanaman Moringa oleifera (kelor) efektif sebagai agen alami untuk mengikat dan menyaring partikel mikroplastik dari sumber air. Sebuah studi yang dilakukan oleh para ilmuwan di Institut Sains dan Teknologi Universitas Negeri Sao Paulo, Brasil.
Seperti dikutip dari NY Post, menemukan bahwa ekstrak biji kelor mampu menggumpalkan dan menghilangkan racun dari air hasil pencemaran mikroplastik dengan tingkat keberhasilan lebih dari 98 persen setara dengan perawatan kimia yang sudah umum digunakan. Bahkan, hasilnya lebih efektif dalam kondisi air yang memiliki tingkat keasaman tinggi dibandingkan produk berbasis bahan kimia.
Gabrielle Batista, salah satu penulis studi tersebut, menjelaskan bahwa ekstrak garam dari biji kelor bekerja menyerupai aluminium sulfat koagulan kimia yang sering digunakan untuk pengolahan air. Adriano Gonçalves dos Reis, peneliti utama penelitian ini, menambahkan bahwa penggunaan koagulan berbasis tanaman seperti kelor dapat menjadi solusi ramah lingkungan karena tidak meninggalkan residu toksisitas seperti bahan kimia sintetis.
Namun, meski menyimpan potensi yang menjanjikan, pemanfaatan daun kelor sebagai bahan filtrasi air masih menghadapi tantangan. Peneliti menegaskan bahwa diperlukan uji coba skala besar untuk menentukan efektivitasnya dalam sistem kompleks seperti instalasi pengolahan air perkotaan.
Manfaat Kesehatan Tambahan dari Ekstrak Kelor
Selain kemampuan menghilangkan mikroplastik, daun kelor juga dikenal memiliki banyak manfaat kesehatan. Tidak hanya digunakan untuk menyembuhkan luka dan mengobati penyakit hati atau jantung, tanaman ini bahkan disebut memiliki kandungan anti-kanker. Kandungan nutrisinya yang kaya mineral menjadikannya salah satu pilihan unggul untuk perawatan kulit dan produk kecantikan.
Kondisi Polusi Mikroplastik Global
Polusi plastik menjadi masalah global yang serius bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Berdasarkan data tahun 2026 dari Ocean Blue Project, sekitar 8–11 juta ton plastik masuk ke laut setiap tahunnya. Akibatnya, mikroplastik ditemukan dengan mudah dalam jaringan tubuh manusia, makanan, hingga habitat hewan laut.
Dampak konsumsi mikroplastik belum sepenuhnya terungkap, namun beberapa penelitian telah mengaitkannya dengan gangguan pencernaan dan penurunan kesuburan. Lembaga Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) juga telah menetapkan mikroplastik sebagai kontaminan prioritas dalam daftar kontaminasi keenam pada tahun 2026, disertai bahan kimia beracun lainnya.
Sumbangsih Kimchi terhadap Penghapusan Nanoplastik
Selain daun kelor, riset menunjukkan bahwa kimchi makanan fermentasi asal Korea memiliki kemampuan membantu tubuh mengeluarkan nanoplastik, subkategori mikroplastik berukuran sangat kecil yang dapat menembus sel dan jaringan tubuh. Studi di jurnal Bioresource Technology edisi Mei 2026, yang didukung oleh Science Direct, mengungkapkan peran bakteri asam laktat dalam kimchi sebagai pengikat nanoplastik di dalam saluran pencernaan.
Dalam pengujian terhadap tikus, strain bakteri Leuconostoc mesenteroides bakteri asam laktat pada kimchi meningkatkan ekskresi nanoplastik lebih dari dua kali lipat melalui feses. Hasil ini menunjukkan bahwa probiotik dari makanan tradisional tersebut dapat menawarkan langkah baru untuk memerangi dampak nanoplastik terhadap kesehatan manusia.
Riset terbaru mengenai pendekatan berkelanjutan seperti daun kelor dan kimchi memberi harapan dalam mengatasi polusi plastik, khususnya mikroplastik dan nanoplastik. Namun, tantangan implementasi dalam skala luas tetap menjadi pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan sebelum kita dapat benar-benar mewujudkan penggunaannya. Sementara itu, polusi plastik terus menjadi ancaman nyata bagi planet kita dan generasi mendatang. Upaya kolaborasi yang intensif sangat dibutuhkan untuk mencari solusi yang berdaya guna serta ramah lingkungan.
| Baca juga: Lari tanpa Sesak: Ini Cara atur Napasnya |
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....