Benarkah Matcha Bisa Atasi Bersin akibat Alergi?
- 23 Apr 2026 06:31 WIB
- Serui
Poin Utama
- Matcha,Bersin,Alergi,
RRI.CO.ID, Serui - Alergi adalah masalah kesehatan yang sering dialami banyak orang, terutama ketika musim tertentu datang atau saat tubuh terpapar alergen seperti debu, serbuk sari, atau bulu binatang. Bersin akibat alergi sering kali mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun, sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa matcha, minuman berbahan dasar daun teh hijau yang digiling halus, dapat membantu meredakan gejala tersebut. Bagaimana kebenarannya?
Menurut laporan dari Food & Wine riset yang diterbitkan di jurnal NPJ Science of Food meneliti efek matcha pada tikus laboratorium dengan gejala mirip alergi. Temuan tersebut menunjukkan bahwa tikus yang diberi ekstrak matcha mengalami penurunan frekuensi bersin secara signifikan dibandingkan dengan kelompok tikus yang tidak menerima ekstrak.
Menariknya, efek ini tidak melibatkan mekanisme alergi umum, seperti imunoglobulin E (IgE), sel mast, atau sel T. Sebaliknya, penelitian menunjukkan bahwa matcha bekerja dengan cara menekan aktivitas di batang otak yang mengendalikan refleks bersin.
Hal ini mengindikasikan adanya mekanisme neurologis yang berbeda dalam meredakan gejala alergi. Meskipun begitu, para peneliti menegaskan bahwa matcha bukanlah penyembuh alergi. Salah satu penulis penelitian, Osamu Kaminuma, menyatakan bahwa manfaat matcha kemungkinan besar terbatas pada pengurangan gejala tertentu seperti bersin.
| Baca juga: Lari tanpa Sesak: Ini Cara atur Napasnya |
Sejumlah ahli berpendapat bahwa kandungan katekin pada matcha mungkin menjadi kunci dalam meredakan gejala alergi seperti bersin, hidung gatal, atau mata berair. Katekin spesifik bernama epigallocatechin gallate (EGCG) diyakini membantu menghambat pelepasan histamin, senyawa yang memicu reaksi alergi, seperti yang dijelaskan oleh Keri Gans, RDN, ahli gizi sekaligus pembawa podcast The Keri Report.
Namun, ia menegaskan bahwa penelitian ini masih berada pada tahap awal dan hanya dilakukan pada hewan, sehingga diperlukan studi lanjutan pada manusia untuk mendapatkan bukti yang lebih kuat. Selain itu, para pakar juga mengingatkan bahwa matcha tidak dapat menggantikan obat-obatan alergi yang sudah ada.
Konsumsi matcha disarankan tidak berlebihan, dengan batas aman sekitar dua hingga tiga cangkir per hari. Mengonsumsi terlalu banyak matcha berisiko menimbulkan efek samping, seperti gangguan tidur atau masalah pencernaan akibat kandungan kafeinnya.
Perlu diketahui pula bahwa manfaat katekin dalam matcha bisa terhambat saat dikombinasikan dengan produk susu, seperti dalam sajian matcha latte. Selain itu, teh secara umum dapat mengurangi penyerapan zat besi jika diminum bersamaan dengan makanan kaya zat besi dan bahkan dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu seperti antihistamin atau obat jantung.
Kesimpulannya, meski matcha berpotensi membantu meredakan gejala alergi seperti bersin, minuman ini tidak bisa dijadikan pengganti pengobatan utama untuk menyembuhkan alergi. Konsumsi secara bijak dan tambahan penelitian diperlukan untuk benar-benar memahami manfaatnya terhadap manusia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....