Dekstrosa: Gula Tersembunyi di Label Makanan
- 03 Apr 2026 16:48 WIB
- Serui
RRI.CO.ID, Serui - Apakah kamu termasuk orang yang rajin membaca label komposisi saat membeli makanan kemasan? Jika ya, mungkin kamu pernah melihat istilah dekstrosa atau dextrose di daftar bahan. Bahan ini cukup sering ditemukan dalam berbagai produk makanan olahan seperti kue kering, keripik, hingga permen. Namun, apa sebenarnya dekstrosa itu?Bagaimana tingkat keamanan bahan ini?
Simak fakta-fakta penting tentang dekstrosa berikut yang di kutip dari beberapa sumber seperti IDNTIMES :
1. Mengenal Lebih Dekat Dekstrosa
Dekstrosa merupakan pemanis tambahan yang berasal dari jagung atau gandum. Bahan dasar tersebut dipecah melalui proses hidrolisis menggunakan enzim atau asam, menghasilkan gula sederhana (monosakarida) yang disebut dekstrosa. Secara fisik, dekstrosa berbentuk bubuk putih dengan rasa manis, namun tingkat kemanisannya tidak setinggi gula pasir (sukrosa).
Dari sisi kimia, dekstrosa memiliki struktur yang identik dengan glukosa, yaitu gula alami yang ada di dalam darah. Oleh karena itu, konsumsi dekstrosa dapat memicu lonjakan kadar gula darah. Seperti glukosa dan jenis gula sederhana lainnya (fruktosa maupun galaktosa), dekstrosa tidak nutrisi selain kalori dari gula itu sendiri.
2. Kegunaan Dekstrosa
Dekstrosa sering digunakan sebagai bahan pemanis dalam berbagai makanan olahan, seperti kue kering, keripik kemasan, saus, selai buah, produk makanan yang diawetkan dan dikemas dalam kaleng atau kemasan. Selain memberikan rasa manis, dekstrosa juga berperan sebagai pengawet untuk memperpanjang masa simpan produk makanan.
Sebagai karbohidrat sederhana yang mudah diserap tubuh, dekstrosa juga banyak dimanfaatkan dalam produk suplemen olahraga. Fungsinya adalah membantu mengembalikan energi yang hilang dalam waktu singkat setelah aktivitas fisik yang intens. Menurut laman WebMD, dekstrosa juga diketahui mampu meningkatkan energi mental sehingga dapat meningkatkan konsentrasi seseorang.
Tidak hanya di dunia makanan, dekstrosa juga memiliki peranan penting dalam dunia medis. Dekstrosa sering digunakan dalam bentuk tablet atau cairan intravena (infus) untuk membantu mengatasi hipoglikemia (kadar gula darah rendah) dan dehidrasi secara cepat.
3. Efek Samping Konsumsi Dextrose Berlebihan
Sebagai produk gula dengan indeks glikemik tinggi, dekstrosa dapat dengan cepat meningkatkan kadar gula darah. Hal inilah yang harus diwaspadai, apalagi kalau dimakan/diminum terlalu banyak Berikut beberapa risiko kesehatan yang terkait dengan konsumsi dekstrosa berlebih:
Kenaikan massa tubuh berlebih dan potensi kegemukan tingkat berat.
Tubuh akan segera memecah dekstrosa menjadi energi. Namun, gula yang tidak terpakai akan disimpan sebagai lemak, yang bila menumpuk dapat menyebabkan obesitas.
1. Penyakit jantung
Konsumsi gula berlebih dapat merusak pembuluh darah dan memicu peradangan kronis, sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung.
2. Diabetes
Kelebihan asupan gula berpotensi menyebabkan resistensi insulin, yang pada akhirnya dapat mengarah pada diabetes tipe 2. Orang dengan diabetes sebaiknya menghindari konsumsi dekstrosa karena efek lonjakan gula darahnya yang bisa memicu komplikasi serius.
3. Penyakit hati
Penumpukan lemak akibat konsumsi gula berlebih juga dapat memicu gangguan hati, seperti perlemakan hati non-alkoholik.
4. Penyakit ginjal
Asupan gula tinggi dapat memberikan beban ekstra pada ginjal karena organ ini bertugas menyaring gula dari darah ke urin. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini bisa meningkatkan risiko gangguan fungsi ginjal.
5. Inflamasi Jerawat atau Peradangan Kulit
Konsumsi dekstrosa berlebihan berpotensi memperburuk kondisi kulit seperti jerawat dan eksim akibat peradangan kronis. Selain itu, kebiasaan mengonsumsi gula tinggi juga dapat memperburuk kondisi psikologis seperti depresi.
Secara keseluruhan, dekstrosa adalah bahan tambahan yang umum ditemukan dalam produk makanan olahan sebagai pemanis dan pengawet. Di bidang medis, bahan ini juga memiliki manfaat khusus untuk menangani hipoglikemia dan dehidrasi. Namun demikian, konsumsinya perlu dibatasi karena berisiko menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan terutama bagi mereka yang memiliki kondisi seperti diabetes, obesitas, atau gangguan metabolisme lainnya. Jadi, selalu perhatikan konsumsi harianmu untuk menjaga keseimbangan tubuh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....