Mengapa Berat Badan Tidak Turun meski Sudah Berpuasa?

  • 27 Feb 2026 05:18 WIB
  •  Serui

RRI.CO.ID, Serui - Banyak orang berharap berat badan akan otomatis turun saat menjalankan ibadah puasa, apalagi di bulan Ramadan. Secara logika, waktu makan yang lebih singkat seharusnya membuat asupan kalori berkurang. Namun pada kenyataannya, tidak sedikit yang justru merasa berat badan tetap, bahkan bertambah. Kondisi ini tentu menimbulkan tanda tanya: bukankah puasa berarti mengurangi makan? Lalu mengapa jarum timbangan tidak juga bergerak turun?

1. Asupan Kalori Justru Berlebihan Saat Berbuka

Puasa memang menahan makan dan minum selama kurang lebih 13–14 jam. Tetapi jika saat berbuka dan sahur kita mengonsumsi makanan tinggi gula, gorengan, santan, serta minuman manis berlebihan, jumlah kalori yang masuk bisa saja melebihi kebutuhan harian. Balas dendam setelah seharian lapar sering menjadi penyebab utama gagalnya penurunan berat badan.

2. Pola Makan Tidak Teratur

Sebagian orang melewatkan sahur atau makan dalam porsi sangat besar sekaligus saat berbuka. Pola seperti ini dapat mengganggu metabolisme tubuh. Ketika tubuh merasa “kekurangan” dalam waktu lama, ia cenderung menyimpan energi dalam bentuk lemak sebagai cadangan, sehingga berat badan sulit turun.

3. Kurang Aktivitas Fisik

Perubahan ritme tidur dan rasa lemas sering membuat aktivitas fisik berkurang. Padahal, tanpa pergerakan yang cukup, kalori yang dikonsumsi tidak terbakar optimal. Puasa bukan berarti berhenti bergerak. Aktivitas ringan seperti jalan santai setelah berbuka atau menjelang sahur tetap penting untuk menjaga metabolisme.

4. Kurang Tidur dan Stres

Waktu tidur yang berantakan selama puasa dapat memengaruhi hormon pengatur rasa lapar, seperti leptin dan ghrelin. Kurang tidur membuat nafsu makan meningkat, terutama terhadap makanan manis dan berlemak. Stres juga bisa memicu emotional eating, sehingga kalori bertambah tanpa disadari.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

5. Retensi Cairan

Kadang berat badan tidak turun bukan karena lemak tidak berkurang, tetapi karena tubuh menahan cairan. Konsumsi makanan tinggi garam saat berbuka bisa menyebabkan tubuh menyimpan lebih banyak air, sehingga angka timbangan terlihat stagnan.

6. Harapan yang Terlalu Cepat

Penurunan berat badan yang sehat umumnya terjadi secara bertahap. Jika baru beberapa hari berpuasa, perubahan mungkin belum terlihat signifikan. Konsistensi pola makan dan gaya hidup sehat jauh lebih penting daripada hasil instan.

Puasa pada dasarnya dapat membantu mengatur pola makan dan memberi kesempatan tubuh melakukan “reset” metabolisme. Namun, hasilnya sangat bergantung pada bagaimana kita mengelola asupan makanan, aktivitas fisik, dan kualitas istirahat. Jika ingin berat badan turun selama puasa, kuncinya bukan sekadar menahan lapar, tetapi juga menjaga keseimbangan nutrisi, mengontrol porsi, tetap aktif, dan cukup tidur. Dengan pendekatan yang tepat, puasa tidak hanya menjadi ibadah yang menyehatkan jiwa, tetapi juga menyehatkan tubuh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....