Nasi dan Rori Mana yang Terbaik untuk Sarapan

  • 16 Jan 2026 16:09 WIB
  •  Serui

RRI.CO.ID, Serui: Sarapan adalah waktu yang penting dalam sehari, di mana tubuh kita membutuhkan energi dan nutrisi untuk memulai aktivitas. Di Indonesia, nasi dan roti adalah dua pilihan sarapan yang sangat populer. Selain mudah disiapkan, keduanya mampu memberikan rasa kenyang yang dibutuhkan untuk memulai hari.

Namun, mana yang lebih sehat? Mari kita membahas kedua pilihan ini dari berbagai aspek, sehingga Anda dapat membuat keputusan yang tepat untuk sarapan pagi Anda.

Dikutip dari berbagai sumber diantaranya CNN. Ahli gizi Johanes Chandrawinata menyampaikan bahwa sarapan ideal tidak semata-mata dipengaruhi oleh jenis karbohidrat yang dikonsumsi, melainkan oleh keterpenuhan gizi yang seimbang. Baik nasi maupun roti dapat menjadi sumber karbohidrat yang layak dikonsumsi saat sarapan, asalkan porsinya tidak berlebihan serta disertai protein dan serat.

Menurut Johanes, mengonsumsi nasi saat pagi hari boleh saja dilakukan, asalkan memperhatikan prinsip pola makan sehat. Dalam satu piring berukuran sekitar 20 sentimeter, setengahnya sebaiknya diisi dengan sayur dan buah, sedangkan separuh lainnya dibagi untuk protein dan karbohidrat.

Namun, asupan karbohidrat yang terlalu banyak di pagi atau siang hari bisa menyebabkan masalah seperti rasa kantuk dan cepat lapar. Kondisi ini terjadi karena lonjakan gula darah yang diikuti penurunannya secara tiba-tiba, sehingga berdampak pada hormon tubuh dan menurunkan produktivitas.

Sebagai gantinya, Johanes menyarankan untuk memprioritaskan asupan protein dibandingkan karbohidrat. Protein diketahui dapat memberikan rasa kenyang lebih lama dan membantu menjaga asupan kalori tetap terkendali sepanjang hari. Beberapa pilihan protein yang baik untuk sarapan meliputi telur, ayam tanpa kulit, ikan, tahu, atau tempe. Metode memasaknya juga penting; misalnya, telur lebih baik direbus atau digoreng dengan sedikit minyak.

Bagi mereka yang memilih roti sebagai alternatif sarapan praktis, Johanes juga memberikan catatan penting: konsumsi roti sebaiknya dibatasi. Disarankan untuk mengonsumsi satu hingga dua potong roti tawar tipis saja. Roti idealnya dikombinasikan dengan protein seperti telur atau sumber protein lain daripada hanya diolesi selai manis. Dalam hal konsumsi telur, jumlah kuning telur perlu dibatasi, sementara putihnya lebih aman jika dimakan dalam jumlah lebih banyak.

Secara nutrisi, nasi dan roti masing-masing memiliki karakteristik tersendiri. Berdasarkan data dari Biology Insights, nasi putih memiliki indeks glikemik yang cukup tinggi, berkisar antara 70 hingga 90. Ini sebanding dengan roti putih yang indeks glikemiknya berada di angka 70 hingga 75. Dalam 100 gram, roti putih standar biasanya mengandung sekitar 238 kalori dengan 43,9 gram karbohidrat lebih tinggi dibandingkan nasi putih matang yang menyediakan 130 kalori dan 28,6 gram karbohidrat. Namun, roti putih unggul dalam kandungan protein dengan 10,7 gram per 100 gram, dibandingkan nasi putih yang hanya mengandung sekitar 2,4 gram pada jumlah yang sama.

Pilihan antara nasi atau roti sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu. Bagi orang yang harus mengelola kadar gula darah seperti penderita diabetes, memperhatikan indeks glikemik menjadi sangat penting. Dalam kasus ini, nasi merah biasanya lebih disarankan karena biji-bijiannya masih utuh sehingga memberikan respons glikemik lebih lambat dibandingkan nasi putih maupun beberapa jenis roti olahan.

Sementara itu, bagi mereka yang menghindari gluten dalam dietnya, nasi merupakan pilihan lebih aman karena secara alami gluten-free, sedangkan sebagian besar roti dibuat dari gandum yang mengandung gluten. Namun demikian, jika fokus utama adalah meningkatkan asupan protein dan serat setiap porsi, roti gandum utuh bisa menjadi pilihan yang sedikit lebih unggul daripada nasi merah.

Kesimpulannya, baik nasi maupun roti dapat menjadi pilihan sehat untuk sarapan jika disesuaikan dengan kebutuhan individu masing-masing. Faktor kunci terletak pada pengaturan porsi makan, pemilihan bahan tambahan pendamping yang tepat seperti sumber protein dan serat, serta memastikan keseimbangan gizi terpenuhi agar tubuh tetap berenergi sepanjang hari tanpa cepat merasa lelah atau lapar kembali.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....