Kebiasaan Mengunyah Es Batu Pertanda Gangguan Kesehatan

  • 21 Sep 2025 11:56 WIB
  •  Serui

KBRN, Serui: Siapa yang tidak suka menikmati es batu, terutama saat cuaca panas? Sebagian orang mengaku merasa senang saat mengunyah es batu sisa minuman dingin mereka. Suara kerincingan es yang menyegarkan dan sensasi dingin di mulut sering kali membuat kita tergoda untuk menggigit dan mengunyahnya. Namun tanpa disadari, kebiasaan ini dikenal dengan istilah pagophagia, yang memiliki penyebab dan alasan medis tertentu. Berikut berbagai fakta penting tentang kondisi ini.

Beragam alasan menjelaskan mengapa seseorang sulit menghentikan kebiasaan ini, yang ternyata berkaitan erat dengan kondisi kesehatan mereka. Dilansir dari berbagai sumber diantaranyadetikfoo.com. Berikut adalah lima fakta menarik tentang pagophagia:

1. Pengertian Pagophagia

Pagophagia terjadi saat seseorang memiliki dorongan kuat untuk mengunyah es batu, yang bagi mereka memberikan sensasi unik karena teksturnya yang keras dan efek dinginnya. Kebiasaan ini sering dilakukan tanpa sadar hingga menjadi rutinitas, terutama dengan es batu sisa minuman.

Meskipun tampak sederhana, kebiasaan ini sesungguhnya bukan hal sepele. Para ahli kesehatan mengklasifikasikan pagophagia sebagai gangguan makan yang perlu ditangani.

2. Bisa Menjadi Tanda Anemia

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas penderita pagophagia memiliki anemia, yaitu kekurangan zat besi dalam tubuh. Sebanyak 16% penderita anemia dilaporkan memiliki kebiasaan mengunyah es batu. Sensasi segar saat mengunyah es memberikan rasa nyaman bagi mereka yang mengalami anemia.

3. Termasuk Gangguan Makan

Para ahli menegaskan bahwa pagophagia tidak bisa dianggap sebagai kebiasaan biasa, melainkan salah satu bentuk gangguan makan dikenal dengan istilah pica. Gangguan ini membuat penderita ingin mengonsumsi benda-benda non-makanan seperti tanah, kertas, hingga es batu.

4. Kebiasaan Mengunya yang Berlebihan

Kebiasaan ini tidak luput dari risiko yang dapat merugikan kesehatan gigi. Tekstur keras es batu dapat merusak enamel gigi, membuatnya lebih rentan berlubang. Selain itu, mengunyah es secara berlebihan dapat memicu keretakan gigi atau bahkan iritasi gusi hingga resesi pada kasus yang lebih parah.

5. Cara Mengatasi Pagophagia

Menurut para ahli, pagophagia masih bisa diatasi dengan terapi dan pendekatan yang tepat. Salah satu langkah sederhana adalah mengurangi ketergantungan dengan mengganti es batu menjadi es serut atau menunggu hingga sedikit mencair agar teksturnya lebih lunak.

Namun solusi terbaik adalah memperbaiki pola makan dengan meningkatkan asupan zat besi. Konsumsi makanan kaya zat besi seperti bayam, hati ayam, dan kacang-kacangan sangat direkomendasikan untuk membantu mengatasi masalah anemia.

Mengunyah es batu mungkin terlihat sepele, tetapi jika kebiasaan ini terus berlanjut, ada baiknya mulai memperhatikan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Terapkan pola hidup sehat dan konsultasikan kepada ahli jika dibutuhkan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....