Kenali Tanda Tubuh Kelebihan Gula dan Cara Mengatasinya

  • 20 Agt 2025 18:22 WIB
  •  Serui

KBRN, Serui: Kelebihan gula merupakan suatu kondisi dimana tubuh mendapat asupan gula lebih banyak dari yang dibutuhkan. Hal ini bisa terjadi karena terlalu sering mengonsumsi makanan/minuman manis seperti teh manis, kue, permen, minuman kemasan, atau camilan olahan.

Jika tubuh kelebihan gula, biasanya akan muncul tanda-tanda tertentu, baik yang terasa langsung maupun pelan-pelan. Berikut beberapa tanda tubuh kita kelebihan gula:
1. Tanda Fisik
- Sering haus dan sering buang air kecil, ini karena tubuh berusaha membuang kelebihan gula lewat urine.
- Mudah lelah, meski sudah cukup tidur, gula darah naik turun membuat energi tidak stabil.
- Berat badan naik, gula berlebih disimpan sebagai lemak, terutama di perut.
- Sering lapar atau ingin ngemil, gula memicu insulin tinggi, lalu gula darah cepat turun sehingga muncul rasa lapar lagi.
- Sakit kepala atau pusing, ini merupakan akibat fluktuasi gula darah.
2. Tanda pada Kulit dan Gigi
- Jerawatan atau kulit kusam, gula diketahui dapat merusak kolagen dan memicu peradangan.
- Gigi mudah berlubang, bakteri di mulut memakan gula dan menghasilkan asam perusak gigi.
3. Tanda dari Sistem Tubuh
- Sulit konsentrasi (brain fog), kadar gula tidak stabil membuat otak susah fokus.
- Mood tidak stabil, gampang marah, cemas, atau merasa “down” setelah makan manis.
- Infeksi sering kambuh, misalnya sariawan, jamur, atau luka yang lama sembuh, karena gula tinggi melemahkan daya tahan tubuh.

Kelebihan gula dalam tubuh tidaklah baik untuk kesehatan, lantas bagaimana cara mengatasinya?
Mengatasi kelebihan gula dalam tubuh bisa dilakukan dengan perubahan gaya hidup dan pola makan yang tepat. Berikut cara-caranya:
1. Atur Pola Makan
- Kurangi makanan/minuman manis, anda harus membatasi konsumsi teh manis, soda, permen, kue, atau minuman kemasan.
- Perbanyak serat, makan sayur, buah rendah gula (apel, alpukat, stroberi), dan biji-bijian utuh agar gula darah stabil.
- Konsumsi protein sehat, protein seperti ikan, telur, tahu, tempe, ayam tanpa kulit untuk memperlambat penyerapan gula.
- Pilih karbohidrat kompleks, anda bisa mendapatkan karbohidrat kompleks dari nasi merah, oat, ubi, atau jagung lebih baik daripada nasi putih atau roti manis.
2. Minum Air Putih Cukup
Air membantu ginjal membuang kelebihan gula melalui urine.
3. Olahraga Teratur
Aktivitas fisik membantu otot menggunakan gula sebagai energi, sehingga menurunkan kadar gula darah. Contoh: jalan cepat, bersepeda, berenang, atau senam minimal 30 menit sehari.
4. Jaga Pola Tidur
Kurang tidur membuat hormon insulin terganggu dan tubuh sulit mengontrol gula darah. Usahakan tidur 7–9 jam per malam.
5. Kurangi Stres
Stres memicu hormon kortisol yang bisa menaikkan kadar gula darah. Coba lakukan relaksasi, meditasi, atau hobi yang menenangkan.
6. Periksa Kesehatan Secara Rutin
Jika sering merasa haus, sering buang air kecil, cepat lelah, atau luka sulit sembuh, sebaiknya cek gula darah ke dokter.

Penting untuk diketahui, jika gula darah sudah terlalu tinggi (hiperglikemia) atau ada riwayat diabetes, segera konsultasikan ke tenaga medis untuk penanganan lebih lanjut. Semoga membantu!

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....