Bulan Purnama Ubah Perilaku Empat Jenis Hewan, Begini Penjelasannya
- 05 Agt 2026 13:40 WIB
- Serui
Poin Utama
- Bulan purnama dapat memengaruhi pola berburu, navigasi, dan reproduksi sejumlah hewan melalui cahaya bulan serta siklus pasang surut.
- Singa, kumbang kotoran, terumbu karang, dan cacing palolo termasuk hewan yang menunjukkan perubahan perilaku saat fase bulan purnama.
RRI.CO.ID, Serui - Bulan purnama bukan hanya menghadirkan pemandangan indah di langit malam. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa fase bulan ini juga dapat memengaruhi perilaku berbagai jenis hewan, terutama yang aktif pada malam hari maupun yang hidup di perairan.
Cahaya bulan yang lebih terang saat purnama menjadi salah satu faktor yang mengubah pola aktivitas hewan. Mereka menyesuaikan cara berburu, berkembang biak, hingga bernavigasi demi meningkatkan peluang bertahan hidup.
Melansir laman National Geographic, berikut empat jenis hewan yang diketahui mengalami perubahan perilaku saat bulan purnama:
1. Singa
Singa cenderung lebih sulit berburu ketika bulan purnama karena mangsanya lebih mudah melihat keberadaan predator. Kondisi ini membuat singa sering mengubah strategi berburu atau meningkatkan aktivitas berburu pada malam-malam yang lebih gelap setelah fase purnama.
2. Kumbang kotoran
Kumbang kotoran Afrika memanfaatkan cahaya bulan sebagai penunjuk arah. Penelitian menunjukkan serangga ini mampu menggunakan pola cahaya bulan untuk bergerak lurus saat menggulung bola kotoran, sehingga lebih cepat menjauh dari pesaing.
3. Terumbu karang
Terumbu karang merupakan salah satu organisme laut yang sangat dipengaruhi siklus bulan. Banyak spesies karang melakukan pemijahan massal secara serempak pada waktu tertentu yang berkaitan dengan fase bulan, termasuk setelah bulan purnama. Sinkronisasi ini meningkatkan peluang keberhasilan pembuahan.
4. Cacing palolo
Cacing palolo yang hidup di perairan tropis juga menyesuaikan siklus reproduksinya dengan fase bulan. Pada waktu tertentu setelah bulan purnama, bagian tubuh yang mengandung sel telur atau sperma akan terlepas dan naik ke permukaan laut untuk berkembang biak secara bersamaan.
Para ilmuwan menilai fenomena tersebut berkaitan dengan ritme biologis alami atau circalunar clock, yakni mekanisme biologis yang membantu sejumlah hewan mengenali siklus bulan. Meski tidak semua spesies merespons dengan cara yang sama, bukti ilmiah menunjukkan bahwa cahaya bulan dan perubahan pasang surut air laut berperan penting dalam membentuk perilaku satwa di alam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....