Android Terancam Scam Baru, Iklan Muncul usai Panggilan Masuk
- 30 Jul 2026 08:46 WIB
- Serui
Poin Utama
- Scam Baru Android Iklan yang muncul setelah panggilan telepon bisa menjadi indikasi aplikasi berbahaya yang menyalahgunakan izin akses pengguna.
- Cara Mencegah Instal aplikasi hanya dari sumber terpercaya, batasi izin akses yang tidak diperlukan, dan segera hapus aplikasi yang memunculkan iklan mencurigakan.
RRI.CO.ID, Serui - Pengguna Android kembali dihadapkan pada ancaman siber dengan modus baru yang semakin sulit dikenali. Kali ini, para pelaku penipuan memanfaatkan celah melalui aplikasi yang dapat menampilkan iklan secara tiba-tiba setelah pengguna menerima atau mengakhiri panggilan telepon. Sekilas, iklan tersebut terlihat seperti promosi biasa. Namun di balik tampilannya, terdapat potensi penipuan yang dapat merugikan pengguna.
Modus ini menjadi perhatian para pakar keamanan siber karena mampu mengelabui banyak orang. Tidak sedikit pengguna yang mengira iklan tersebut berasal dari sistem Android atau operator seluler, padahal sebenarnya berasal dari aplikasi tertentu yang telah mendapatkan izin akses berlebihan di perangkat.
Fenomena ini menunjukkan bahwa ancaman digital kini tidak hanya datang melalui pesan singkat, email phishing, atau tautan palsu. Pelaku kejahatan siber terus mengembangkan cara baru untuk memancing korban agar mengklik iklan atau tautan yang berbahaya.
Bagaimana Modus Scam Ini Bekerja?
Dalam banyak kasus, pengguna tanpa sadar menginstal aplikasi yang terlihat aman. Aplikasi tersebut bisa berupa pembersih memori, penghemat baterai, aplikasi wallpaper, hingga aplikasi edit foto yang diunduh dari berbagai sumber.
Setelah aplikasi terpasang, aplikasi meminta sejumlah izin akses, termasuk akses untuk tampil di atas aplikasi lain (Display Over Other Apps), akses panggilan telepon, hingga akses notifikasi. Jika seluruh izin tersebut diberikan, aplikasi mulai menjalankan aksinya.
Saat pengguna menerima atau mengakhiri panggilan telepon, aplikasi akan langsung memunculkan iklan dalam bentuk pop-up atau layar penuh. Beberapa iklan bahkan dibuat menyerupai peringatan keamanan, hadiah undian, promo belanja, atau notifikasi pembaruan sistem.
Apabila pengguna mengklik iklan tersebut, mereka bisa diarahkan menuju situs palsu yang meminta informasi pribadi seperti nomor telepon, alamat email, hingga data perbankan. Dalam skenario yang lebih berbahaya, pengguna dapat diminta mengunduh aplikasi lain yang ternyata merupakan malware.
Mengapa Pengguna Android Rentan?
Sistem operasi Android memiliki ekosistem yang sangat terbuka. Fleksibilitas ini memang memberikan kebebasan bagi pengembang aplikasi, namun di sisi lain juga membuka peluang bagi oknum yang menyisipkan kode berbahaya.
Tidak semua aplikasi berbahaya langsung terdeteksi. Sebagian aplikasi bahkan mampu beroperasi selama beberapa waktu sebelum mulai menampilkan iklan agresif. Teknik ini membuat pengguna sulit mengetahui sumber masalah.
Selain itu, kebiasaan pengguna yang terburu-buru memberikan izin akses tanpa membaca detail juga menjadi faktor utama meningkatnya risiko penipuan digital.
Dampak yang Bisa Terjadi
Meskipun awalnya hanya terlihat sebagai iklan biasa, dampaknya dapat sangat serius apabila pengguna tidak berhati-hati. Beberapa risiko yang dapat muncul antara lain:
- Pencurian data pribadi.
- Kebocoran informasi login akun.
- Penipuan berkedok hadiah atau investasi.
- Pengurasan saldo rekening melalui tautan palsu.
- Instalasi malware tanpa disadari.
- Penurunan performa smartphone akibat aktivitas aplikasi tersembunyi.
Dalam beberapa kasus, malware juga mampu berjalan di latar belakang untuk menampilkan iklan secara terus-menerus sehingga mengganggu aktivitas pengguna sekaligus mempercepat konsumsi baterai.
Cara Mengenali Aplikasi Mencurigakan
Pengguna Android sebaiknya mulai memperhatikan perilaku aplikasi yang terinstal di perangkat. Beberapa tanda aplikasi patut dicurigai antara lain:
- Iklan muncul setelah panggilan telepon selesai.
- Banyak pop-up meski aplikasi tidak sedang digunakan.
- Smartphone terasa lebih lambat.
- Baterai cepat habis.
- Kuota internet meningkat tanpa alasan yang jelas.
- Muncul izin akses yang sebenarnya tidak relevan dengan fungsi aplikasi.
Sebagai contoh, aplikasi senter tidak seharusnya meminta akses ke panggilan telepon atau kemampuan menampilkan tampilan di atas aplikasi lain.
Langkah Mencegah Scam Android
Ancaman seperti ini sebenarnya dapat diminimalkan apabila pengguna menerapkan kebiasaan digital yang lebih aman. Beberapa langkah yang disarankan meliputi:
- Unduh aplikasi hanya dari sumber resmi.
- Periksa ulasan dan jumlah unduhan sebelum memasang aplikasi.
- Hindari memberikan izin akses yang tidak diperlukan.
- Rutin memperbarui sistem operasi Android.
- Gunakan aplikasi keamanan terpercaya.
- Hapus aplikasi yang tidak dikenal atau jarang digunakan.
- Periksa daftar aplikasi yang memiliki izin "Tampil di Atas Aplikasi Lain".
Jika setelah menerima panggilan telepon tiba-tiba muncul iklan yang tidak biasa, segera periksa aplikasi yang baru saja diinstal. Menghapus aplikasi tersebut sering kali menjadi solusi paling efektif untuk menghentikan gangguan.
Pentingnya Meningkatkan Literasi Digital
Perkembangan teknologi selalu diikuti oleh berkembangnya metode penipuan. Karena itu, literasi digital menjadi salah satu benteng utama dalam melindungi pengguna dari berbagai ancaman siber.
Masyarakat perlu memahami bahwa tidak semua iklan yang muncul di layar smartphone dapat dipercaya. Sikap waspada, tidak mudah mengklik tautan asing, serta membatasi izin akses aplikasi menjadi langkah sederhana namun sangat efektif.
Selain itu, pengguna juga dianjurkan untuk rutin mengecek pembaruan keamanan Android yang dirilis oleh produsen perangkat. Pembaruan tersebut umumnya berisi perbaikan terhadap celah keamanan yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber.
Munculnya iklan setelah panggilan telepon pada perangkat Android bukan sekadar gangguan biasa. Kondisi tersebut bisa menjadi indikasi adanya aplikasi yang menjalankan aktivitas mencurigakan dan berpotensi menjadi bagian dari modus scam terbaru. Oleh karena itu, pengguna perlu lebih selektif saat menginstal aplikasi, memperhatikan izin akses yang diberikan, serta rutin melakukan pemeriksaan terhadap perangkat.
Dengan meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan kebiasaan digital yang aman, risiko menjadi korban penipuan siber dapat ditekan secara signifikan. Di era digital seperti saat ini, keamanan perangkat bukan hanya tanggung jawab pengembang, tetapi juga bergantung pada kesadaran setiap pengguna dalam menjaga data dan privasi mereka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....