Hari Pertama PSB Terdapat Siswa Tidak Bisa Membaca

  • 24 Jun 2026 07:45 WIB
  •  Serui

RRI.CO.ID,Serui - Pendaftaran Siswa Baru Tahun Ajaran 2026-2027 kembali di laksanakan di seluruh satuan pendidikan menegah pertama (SMP) salah satunya SMP PGRI Serui. Senin 22 Juni 2026 .Dari Pendaftaran Siswa Baru yang di lakukan di dapati beberapa siswa tidak bisa membaca dengan lancar menjadi peringatan keras dan perhatian bersama orang tua , guru di sekolah dan dinas pendidikan

Hari Pertama Pendaftaran Siswa Baru SMP PGRI Serui (Foto: RRI/Salo Ayomi)

Sekertaris Panitia Ibu Heren mengatakan SMP PGRI Serui kembali membuka pendaftaran dan penerimaan siswa baru , untuk syarat pendaftaran keseluruhan sama dengan dengan sekolah pada umum, pada saat pendaftaran setelah di setelah seleksi berkas ,siswa yang berkas nya lengkap langsung di tes baca tulis dan berhitung , dari hari pertama pembukaan tes baca tulis dan berhitung di dapati ada beberapa siswa yang tidak bias baca bahkan tidak lancar membaca .

" Ini Hari pertama kami buka pendaftaran , siswa yang mendaftar di seleksi berkas nya lengkap langsung di tes , dari sekian banyak siswa yang daftar didapati ada beberapa yang siswa yang masuk dalam kategori tidak bisa membaca (TBM). tidak bisa sama sekali , sementara ada yang bisa membaca namun tidak lancar sehingga masuk dalam kategori tidak lancar membaca (TLM)," ujar Heren.

Terkait dengan Siswa yang tidak bisa membaca dan tidak lancar membaca Heren tindak lanjut yang di lakukan sekolah adalah setelah pendaftaran siswa yang lulus kedepannya sekolah mendata mereka untuk les tambahan baca tulis, agar mereka ini bisa lancar membaca.

" tindak lanjut yang di ambil sekolah bagi siswa yang tidak lancar membaca melalui kegiatan les tambahan , khusus mengajarkan mereka baca tulis, les ini akan dilakukan sampai siswa ini benar- benar bisa baca dengan baik lancar," kata Heren.

Guru menguji Siswa baru SMP PGRI Serui (Foto: Salo Ayomi)

Menanggapi hal tersebut salah satu orang tua Ibu Yosina menyebutkan bahwa hal ini merupakan tantangan berat khususnya sekolah , guru orang tua dan dinas pendidikan, membutuhkan perhatian bersama , siswa tidak bisa membaca dan tidak lancar membaca di latar belakangi banyak faktor seperti kegiatan belajar mengajar di sekolah yang tidak berlangsung dengan baik , akibat guru tidak melaksanakan tugas dengan baik , meninggalkan tempat tugas , kurang pengawasan dan perhatian dari dinas instansi terkait, kurang pengawasan dari orang tua

" Siswa tidak bisa membaca dengan baik dan tidak bisa lancar membaca dikarenakan kegiatan belajar mengajar tidak berlangsung dengan baik akibat guru meninggalkan tempat tugas terutama sekolah yang berada di kampung , kurang pengawasan dan Monitoring pendidikan dari dinas pendidikan , kurang perhatian dari orang tua setelah anak kembali kerumah orang tua punya peran untuk mengajar anak," ungkapnya.

Dengan Kondisi ini tentunya di harapkan agar mendapat perhatian bersama Sekolah, Guru , Orang Tua Dinas Pendidikan untuk bersinergi karena rata- rata siswa yang tidak bisa membaca ini berasal dari Sekolah yang berada di kampung , guru perlu meningkatkan kegiatan belajar mengajar, orang tua membantu mengajarkan siswa ketika berada di rumah .

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....