Fakta Bumi itu Bulat, Mengapa Air Laut Tidak Tumpah

  • 21 Mei 2026 10:23 WIB
  •  Serui

RRI.CO.ID, Serui - Banyak orang bertanya, jika Bumi berbentuk bulat dan terus berputar, mengapa air laut tidak tumpah ke luar angkasa? Pertanyaan ini sering muncul dalam diskusi sains populer dan menjadi salah satu topik yang paling banyak diperdebatkan di media sosial. Penjelasan ilmiah menunjukkan bahwa fenomena tersebut berkaitan erat dengan gravitasi dan cara kerja alam semesta.

Secara ilmiah, Bumi memang tidak benar-benar bulat sempurna seperti bola. Planet yang kita tempati memiliki bentuk yang disebut oblate spheroid, yaitu sedikit pepat di bagian kutub dan menggembung di garis khatulistiwa akibat rotasi. Namun secara umum, bentuk Bumi tetap dikategorikan bulat.

Bukti bahwa Bumi berbentuk bulat sudah ditemukan sejak ribuan tahun lalu. Pada masa pelayaran kuno, kapal yang bergerak menjauh di lautan akan tampak menghilang secara bertahap dari bagian bawah terlebih dahulu. Selain itu, bayangan Bumi saat gerhana bulan selalu berbentuk lengkung. Kini, keberadaan satelit dan foto dari luar angkasa semakin memperjelas bentuk Bumi yang sebenarnya.

Lalu, mengapa air laut tidak jatuh atau tumpah?

Jawabannya terletak pada gaya gravitasi. Gravitasi adalah gaya tarik yang dimiliki setiap benda bermassa. Karena massa Bumi sangat besar, gaya gravitasinya mampu menarik semua benda ke arah pusat Bumi, termasuk manusia, bangunan, udara, hingga air laut.

Artinya, “bawah” bagi setiap orang di Bumi selalu mengarah ke pusat planet, bukan ke satu arah tertentu seperti yang sering dibayangkan. Orang yang berada di Indonesia maupun di Amerika sama-sama berdiri tegak menurut posisi mereka masing-masing karena semuanya ditarik menuju inti Bumi.

Seperti dilansir dari laman wikipedia.com, fenomena ini dapat dijelaskan melalui persamaan gravitasi Newton. Dan hali ini merupakan gaya tarik menarik gravitasi yang dinyatakan oleh Isaac Newton dalam bentuk rumus sebagai berikut:

{\displaystyle F=G{\frac {m_{1}m_{2}}{r^{2}}}}

di mana:

  • F adalah besarnya gaya gravitasi antara dua massa tersebut,
  • G adalah konstanta gravitasi,
  • m1 adalah massa dari benda pertama
  • m2 adalah massa dari benda kedua, dan
  • r adalah jarak antara dua massa tersebut.

Dalam rumus tersebut, gaya gravitasi dipengaruhi oleh massa benda dan jarak antarobjek. Karena massa Bumi sangat besar, gaya tariknya cukup kuat untuk menahan lautan tetap berada di permukaan planet.

Sebagian orang juga mempertanyakan pengaruh rotasi Bumi yang bergerak sangat cepat. Bumi memang berputar dengan kecepatan sekitar 1.670 kilometer per jam di wilayah khatulistiwa. Namun manusia tidak merasakan putaran itu karena atmosfer, laut, dan seluruh isi Bumi ikut bergerak bersama secara konstan. Prinsip ini mirip seperti penumpang di dalam pesawat yang tetap bisa berjalan normal meski pesawat melaju ratusan kilometer per jam.

Selain gravitasi, ada pula gaya sentrifugal akibat rotasi Bumi. Akan tetapi, kekuatan gravitasi jauh lebih besar dibanding gaya yang mendorong keluar tersebut. Karena itu, air laut tetap berada di tempatnya dan tidak terlempar ke angkasa.

Ilmu pengetahuan modern telah membuktikan bentuk Bumi melalui pengamatan astronomi, teknologi satelit, hingga perjalanan luar angkasa. Pemahaman mengenai gravitasi juga menjadi dasar berbagai teknologi saat ini, termasuk peluncuran roket, orbit satelit, dan navigasi global.

Dengan demikian, alasan air laut tidak tumpah meski Bumi bulat adalah karena seluruh air ditarik oleh gravitasi menuju pusat Bumi. Gaya tersebut bekerja secara merata di seluruh permukaan planet sehingga laut tetap stabil meskipun Bumi terus berputar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....