Grok Catat Skor IQ Tertinggi di tengah Persaingan Teknologi AI
- 07 Mei 2026 11:43 WIB
- Serui
Poin Utama
- Tracking AI menguji 26 model AI menggunakan tes IQ Mensa Norwegia pada April 2026.
- Grok AI Grok-4.20 Expert Mode dan OpenAI GPT-5.4 Pro (Vision) meraih skor IQ tertinggi, yakni 145.
- Persaingan model AI global dinilai semakin ketat karena selisih skor antar AI sangat tipis.
RRI.CO.ID, Serui – Persaingan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin memanas pada 2026. Sejumlah perusahaan teknologi global berlomba menghadirkan model AI dengan kemampuan penalaran yang semakin canggih dan mendekati kemampuan manusia.
Platform pengujian AI, Tracking AI, baru-baru ini merilis hasil pengukuran tingkat kecerdasan berbagai model AI menggunakan tes IQ Mensa Norwegia. Hasil pengujian tersebut kemudian divisualisasikan oleh perusahaan media independen Visual Capitalist.
Dalam pengujian yang dilakukan pada April 2026 itu, terdapat 26 model AI dari berbagai perusahaan teknologi yang diuji menggunakan serangkaian teka-teki pola visual. Hasilnya menunjukkan persaingan yang sangat ketat di antara model-model AI teratas.
Model AI Grok AI versi Grok-4.20 Expert Mode dan OpenAI GPT-5.4 Pro (Vision) sama-sama menempati posisi puncak dengan skor IQ 145. Capaian tersebut menjadi skor tertinggi dalam pengujian AI terbaru tahun ini.
Di posisi berikutnya, model Google Gemini 3.1 Pro Preview mencatat skor 141. Sementara sejumlah model AI lain dari OpenAI, Meta, hingga perusahaan asal China juga masuk dalam daftar AI dengan IQ tertinggi.
Model AI asal China, Qwen AI 3.5 besutan Alibaba berhasil menempati posisi ke-10 dengan skor 130. Selain itu, model AI lain seperti DeepSeek dan Kimi juga turut bersaing dalam daftar tersebut.
Hasil pengujian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan AI dibanding tahun sebelumnya. Pada 2025, skor tertinggi model AI tercatat berada di angka 135, sedangkan tahun ini meningkat menjadi 145.
Tes IQ Mensa Norwegia sendiri menggunakan 35 soal pola visual untuk mengukur kemampuan logika dan penalaran. Dalam pelaksanaannya, model AI berbasis teks dan model multimodal atau vision menjalani metode pengujian yang berbeda.
Meski skor IQ menjadi salah satu indikator kemampuan AI, sejumlah pengamat teknologi menilai kecerdasan buatan tetap harus dinilai dari berbagai aspek lain, seperti akurasi informasi, keamanan data, kemampuan memahami konteks, hingga etika penggunaan teknologi.
Perkembangan AI yang semakin pesat diperkirakan akan terus mendorong persaingan industri teknologi global, terutama dalam menghadirkan sistem AI yang lebih pintar, cepat, dan mampu digunakan di berbagai sektor kehidupan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....