SD Negeri Waindu Kekurangan Fasilitas Pendidikan

  • 07 Mei 2026 06:30 WIB
  •  Serui

RRI.CO.ID, Serui - Keterbatasan fasilitas pendidikan masih menjadi persoalan serius di SD Negeri Waindu, Distrik Waindu, Kabupaten Kepulauan Yapen. Minimnya sarana belajar seperti meja, kursi, hingga akses internet memaksa pihak sekolah menggabungkan beberapa kelas dalam satu ruangan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SD Negeri Waindu, Lekius Yoas Burumi, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan berdampak langsung pada proses belajar mengajar. Ia menyebutkan, hampir seluruh ruang kelas mengalami kekurangan fasilitas dasar yang layak digunakan siswa.

“Saat ini kelas 1 dan 2 digabung, begitu juga kelas 3 dan 4. Ini terpaksa kami lakukan karena keterbatasan meja dan kursi,” ujar Lekius.

Selain kekurangan fasilitas belajar, sekolah yang memiliki enam ruang kelas ini juga belum dilengkapi ruang kantor yang memadai. Dari sisi tenaga pendidik, terdapat tujuh guru yang terdiri dari dua PNS dan lima PPPK, dengan jumlah siswa sebanyak 46 orang.

Kondisi tersebut diperparah dengan belum layaknya rumah dinas guru. Bahkan, Lekius mengaku hingga kini masih menumpang di rumah warga setempat karena fasilitas tempat tinggal guru belum tersedia dengan baik.

“Kami berharap ada perhatian untuk perbaikan rumah guru. Kenyamanan tempat tinggal sangat berpengaruh pada kinerja tenaga pendidik. Saya sendiri masih menumpang di rumah masyarakat,” kata Lekius.

Keterbatasan jaringan internet juga menjadi kendala besar, terutama dalam pengelolaan administrasi sekolah. Lekius yang juga merangkap sebagai operator sekolah mengaku harus keluar daerah hanya untuk mengirim laporan.

“Kami sangat membutuhkan bantuan akses internet seperti Starlink. Jaringan seluler di sini sering tidak tersedia. Untuk kirim laporan, saya harus ke Dawai atau ke kota,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, dalam beberapa pekan terakhir, aktivitas sekolah juga terganggu akibat aliran listrik yang tidak stabil, sehingga berdampak pada proses belajar maupun akses teknologi.

Sementara itu, Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Yapen, Marinus Manufandu, menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berupaya memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan secara bertahap.

“Kami memahami kondisi di lapangan. Pemerintah sementara berupaya memenuhi kebutuhan mebelair dan fasilitas lainnya. Namun yang terpenting adalah bagaimana sekolah tetap menjalankan proses pembelajaran dengan optimal menggunakan sumber daya yang ada,” ujar Marinus.

Ia menegaskan bahwa pemenuhan fasilitas pendidikan merupakan tanggung jawab pemerintah, dan diharapkan dapat segera direalisasikan demi menunjang kualitas pendidikan di daerah tersebut.

“Kami optimistis kebutuhan tersebut akan terpenuhi, meskipun secara bertahap,” pungkasnya,"Ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....