Roi Palunga Ajak Warga Hidupkan Lahan Demi Ketahanan Pangan

  • 14 Jul 2026 06:13 WIB
  •  Serui
Poin Utama
  • Wakil Bupati Kepulauan Yapen Roi Palunga memimpin penanaman jagung perdana di lahan seluas lima hektare di Kampung Nosembai, Distrik Yapen Timur, pada Senin 13 Juli 2026.
  • Lahan yang sebelumnya belum produktif dimanfaatkan sementara untuk menanam jagung sambil menunggu program cetak sawah terealisasi sebagai bentuk inisiatif Kelompok Tani Soroi.
  • Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen berkomitmen mendukung pemanfaatan lahan tidur melalui fasilitasi dan akses, dengan tetap mempertahankan kepemilikan lahan kepada masyarakat untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

RRI.CO.ID, Serui - Hamparan lahan seluas lima hektare di Kampung Nosembai, Distrik Yapen Timur, yang selama ini belum tergarap, mulai menunjukkan harapan baru. Di bawah terik matahari, butiran benih jagung ditanam satu per satu sebagai simbol dimulainya perjalanan panjang menuju kawasan pertanian yang lebih produktif.

Momentum itu dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Roi Palunga, bersama Kelompok Tani Soroi, Senin 13 Juli 2026. Turut hadir Kepala Distrik Yapen Timur beserta jajaran, Babinsa, dan para petani yang sejak awal berkomitmen menghidupkan kembali lahan yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

Bagi masyarakat setempat, penanaman jagung bukan sekadar kegiatan bercocok tanam. Langkah ini menjadi bentuk kesiapan mereka memanfaatkan potensi lahan sambil menunggu terealisasinya program cetak sawah yang akan mengubah kawasan tersebut menjadi areal persawahan.

Roi Palunga mengapresiasi inisiatif Kelompok Tani Soroi yang memilih tidak membiarkan lahan tetap kosong. Menurutnya, semangat masyarakat untuk mulai bercocok tanam merupakan contoh nyata bahwa pembangunan sektor pertanian dapat dimulai dari kesadaran dan kemauan masyarakat sendiri.

“Kelompok Tani Soroi telah menyiapkan lahan seluas lima hektare. Awalnya lahan ini direncanakan untuk program cetak sawah. Karena proses program tersebut masih berjalan, masyarakat berinisiatif memanfaatkannya terlebih dahulu dengan menanam jagung,” ujar Roi.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen terus mendorong pemanfaatan lahan-lahan yang belum produktif sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, Roi mengajak warga yang masih memiliki lahan tidur untuk melaporkannya kepada Dinas Pertanian Kabupaten Kepulauan Yapen agar dapat didata dan dipersiapkan dalam program pengembangan pertanian.

Menurutnya, pemerintah tidak hadir untuk mengambil alih kepemilikan lahan masyarakat. Sebaliknya, pemerintah berperan sebagai fasilitator yang membantu membuka akses, mengolah lahan, serta memberikan dukungan agar lahan yang selama ini terbengkalai dapat menghasilkan nilai ekonomi.

“Lahan itu tetap milik masyarakat. Pemerintah hanya membantu membuka dan memfasilitasi. Setelah lahan ditanami, pengelolaannya tetap dikembalikan kepada pemiliknya,” tegasnya.

Lebih jauh, Roi menjelaskan bahwa gerakan pemanfaatan lahan merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Namun, menurutnya, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat.

Ia pun mengajak seluruh warga untuk memandang sektor pertanian sebagai investasi jangka panjang, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga sebagai warisan yang dapat dinikmati generasi mendatang.

“Kita jangan hanya berpikir untuk hari ini. Mari kita siapkan masa depan lima hingga sepuluh tahun ke depan. Apa yang kita kerjakan sekarang akan menjadi warisan dan memberikan manfaat bagi anak cucu kita,” tuturnya.

Penanaman perdana jagung di Kampung Nosembai menjadi lebih dari sekadar seremoni. Di balik setiap benih yang ditanam, tersimpan harapan akan lahirnya kawasan pertanian baru di Yapen Timur, meningkatnya produksi pangan daerah, serta tumbuhnya kesejahteraan petani. Dari lahan yang dahulu terabaikan, kini mulai tumbuh optimisme bahwa masa depan pertanian Kepulauan Yapen dapat dibangun melalui kerja sama antara pemerintah dan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....