Sosialisasi HIV di Lapas Serui Bangun Kesadaran Baru

  • 15 Nov 2025 11:09 WIB
  •  Serui

KBRN, Serui : Di balik pagar tinggi dan pintu besi yang tertutup rapat, suasana berbeda terasa di Lapas Kelas IIb Serui pada Jumat, 14 November 2025. Pagi itu, halaman lapas dipenuhi tawa dan gerakan senam warga binaan yang mengikuti kegiatan sosialisasi dan skrining HIV bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Kepulauan Yapen.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menuju Hari AIDS Sedunia 2025, namun suasana yang tercipta lebih dari sekadar agenda tahunan. Ada semangat saling menjaga dan belajar untuk memahami kesehatan diri, terutama bagi mereka yang sedang menjalani masa pembinaan.

Kegiatan senam edukasi kesehatan bagi warga binaan

Setelah sesi senam, edukasi kesehatan diberikan oleh tenaga medis dari Puskesmas Warari. Dengan bahasa yang sederhana dan pendekatan yang humanis, mereka menjelaskan cara penularan HIV, pentingnya pencegahan, serta akses layanan kesehatan yang tersedia. Para warga binaan mendengarkan dengan saksama, bahkan aktif bertanya, menunjukkan bahwa ruang belajar dapat tumbuh di mana saja—bahkan di balik tembok pemasyarakatan.

Kegiatan berlanjut dengan skrining HIV bagi warga binaan dan petugas lapas. Ketua Panitia Hari AIDS Sedunia 2025, Loretha S. Wayoi, turut memantau langsung jalannya pemeriksaan. Ia menegaskan bahwa deteksi dini bukan hanya prosedur medis, tetapi bentuk perhatian terhadap masa depan seseorang.

“Kegiatan di Lapas bukan hanya seremoni jelang HAS, tetapi bagian dari upaya sistematis untuk menemukan kasus lebih cepat dan memberikan pendampingan sejak dini,” ujarnya.

KPA membawa tim lengkap, termasuk komunitas pendamping ODHIV, untuk memastikan setiap warga binaan yang membutuhkan informasi atau dukungan bisa mendapatkannya secara aman dan bermartabat.

Sosialisasi bersama warga binaan lapas kelas IIB Serui

Agenda di Lapas ini menjadi pembuka dari berbagai rangkaian kegiatan KPA menjelang Hari AIDS Sedunia 2025. Mulai dari pembagian kondom, pemutaran film edukatif, hingga VCT mobile dan kegiatan publik lainnya, seluruh rangkaian dirancang agar edukasi kesehatan bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Di Serui, pagi itu bukan hanya tentang pencegahan HIV. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menghadirkan harapan—bahwa setiap orang, di mana pun berada, berhak mendapat pengetahuan, kesempatan menjaga diri, dan ruang untuk memulai perubahan yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....