Manasik Haji Kepulauan Yapen Resmi Dibuka Wakil Bupati

  • 09 Feb 2026 11:14 WIB
  •  Serui

RRI.CO.ID, Serui – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen melalui Kementerian Haji dan Umroh setempat resmi menggelar kegiatan manasik haji sebagai bagian dari persiapan keberangkatan calon jemaah menuju Tanah Suci Mekah. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Roi Palunga, di Auditorium RRI Serui, Senin (9/2/2026).

Baca Juga : RRI Serui dan Pengadilan Negeri Serui Perkuat Kolaborasi

Dalam sambutannya, Wakil Bupati, Roi Palunga menegaskan bahwa pelaksanaan manasik haji merupakan tahapan penting untuk membekali calon jemaah agar mampu menjalankan ibadah secara mandiri dan sesuai tuntunan syariat Islam. Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap materi dengan serius sehingga memiliki pemahaman yang baik mengenai rukun, wajib, dan sunnah haji. 

“Saya berharap, melalui manasik ini, seluruh calon iemaah hai dapat memahami dengan baik rukun, wajib, dan sunnah haji, serta mampu melaksanakan ibadah haii secara mandiri, tertib, dan sesuai tuntunan syariat Islam.” ujar Roi Palunga.

Sementara itu, Ketua Panitia Manasik Haji dan Umroh Kabupaten Kepulauan Yapen, Abubakar Karepesina, S.Sos, menyampaikan bahwa jumlah calon jemaah haji yang akan diberangkatkan tahun ini sebanyak 37 orang dari Kepulauan Yapen serta 4 orang dari Kabupaten Waropen. Menurutnya, selama kegiatan manasik, para peserta akan mendapatkan pembekalan berupa materi teori maupun praktik ibadah secara langsung.

“Manasik ini menjadi bekal penting bagi para jemaah, baik dari sisi pengetahuan, kesiapan mental, maupun fisik sebelum berangkat ke Tanah Suci,” ungkap Abubakar Karepesina.

Pelaksanaan manasik haji ini diharapkan menjadi sarana pembelajaran yang komprehensif bagi seluruh calon jemaah, tidak hanya dalam memahami tata cara ibadah, tetapi juga membangun kesiapan mental, fisik, serta kedisiplinan selama berada di Tanah Suci. 

Dengan pembekalan yang matang, para jemaah diharapkan mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan tertib, aman, dan sesuai tuntunan yang telah diajarkan selama kegiatan berlangsung. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah mempererat kebersamaan antarjemaah sehingga tercipta rasa saling mendukung selama proses ibadah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....