Perindagkop Yapen Pendistribusian Beras Bersubsidi Belum Ada Kebijakan Pemerintah Pusat
- 08 Mei 2025 16:03 WIB
- Serui
KBRN, Serui : Masyarakat Kepulauan Yapen mengkonsumsi Beras sangat tinggi, terutama beras Subsidi Pemerintah Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), karena harganya dapat dijangkau masyarakat namun pada saat ini beras SPHP terjadi kekosongan.
Sekretaris Dinas Perdagangan, Industri, dan Koperasi (Perindagkop) Kabupaten Kepulauan Yapen Herna Mayuri menuturkan, informasi yang di dapatkan dari Perum Bulog Cabang Serui , hingga pada saat ini belum ada kebijakan Badan Pangan Nasional (BPN) Terhadap Pendistribusian Beras bersubsidi pemerintah pusat (SPHP)(8/5/2025)
" Terjadi kekosongan beras (SPHP) jika ada pedagang menjual beras (SPHP) itu berarti stok beras dari pedagang yang dijual, Namun Herna Mayuri mengingatkan para pedagang yang menjual beras (SPHP ) agar tidak memanfaatkan kekosongan beras tersebut , sehingga menjual beras SPHP dengan menaikan harga,"kata Herna Mayuri.
Jika terdapat pedagang nakal yang hendak menjual beras SPHP melampaui Harga Eceran Tertinggi (Het), maka pembeli dapat melapor langsung pada dinas Perindagkop yapen. Sehingga diberikan peringatan tegas kepada pedagang nakal.
"Pada saat ini harga beras SPHP 15 15 Kilogram Rp65.000 , sementara beras Bulog Rp750.000 /50 Kilogram , beras Sintanola Rp 400.000 /25 Kilogram dan Rp175.000 beras sintanola /10 kilogram.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....