Peneliti Peking University Temukan Inti Bumi Berhenti Berputar dan Bergerak Berlawanan
- 25 Jul 2024 05:26 WIB
- Serui
KBRN,Serui: Peneliti dari Peking University, China, mengungkapkan bahwa inti Bumi pernah berhenti berputar dan kemudian bergerak dalam arah yang berlawanan. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Geoscience dan menyebutkan peristiwa tersebut terjadi pada tahun 2009. Seismolog Yi Yang dan Xiaodong Song, yang terlibat dalam penelitian ini, menjelaskan bahwa kejadian tersebut disebabkan oleh ketidakseimbangan kecil dalam gaya elektromagnetik dan gravitasi.
Menurut laporan dari CNN, Yang dan Song pertama kali mencatat fenomena serupa pada tahun 1970-an. Mereka berpendapat bahwa perlambatan inti Bumi adalah bagian dari osilasi yang terjadi setiap tujuh dekade atau lebih. "Kami menunjukkan pengamatan mengejutkan yang menunjukkan, inti dalam hampir menghentikan rotasinya dalam dekade terakhir dan mungkin mengalami perubahan arah," tulis mereka dalam penelitiannya.
Jika siklus tersebut memang terjadi setiap 70 tahun sekali, perubahan berikutnya diperkirakan akan terjadi pada pertengahan 2040-an. Menurut laporan IFL Science, dari permukaan Bumi, tampak bahwa inti bagian dalam telah berbalik arah dari timur ke barat.
Hrvoje Tkalcic, ahli geofisika dan penulis buku "The Earth's Inner Core: Revealed by Observational Seismology," menyatakan bahwa analisis data dalam penelitian tersebut valid. Namun, ia juga menekankan bahwa penelitian ini harus disikapi dengan hati-hati karena diperlukan lebih banyak data dan metode inovatif untuk mengungkap masalah ini. Seismolog dari University of Southern California, Amerika Serikat, John Vidale, menambahkan bahwa saat ini belum ada satupun model yang dapat menjelaskan data tersebut dengan baik.
Teori mengenai frekuensi perubahan rotasi inti Bumi bervariasi. Ada peneliti yang berpendapat bahwa inti Bumi melakukan proses osilasi setiap 70 tahun sekali, namun Vidale dan Tkalcic memiliki pendapat berbeda. Dalam studinya, Vidale menyatakan bahwa inti Bumi berhenti dan berubah arah sekitar setiap enam tahun sekali, berdasarkan data seismik dari dua ledakan nuklir pada akhir 1960-an dan awal 1970-an. Sementara itu, Tkalcic meyakini siklus osilasi terjadi sekitar setiap 20 hingga 30 tahun sekali.
Meskipun memiliki perbedaan dalam estimasi waktu, para ilmuwan sepakat bahwa siklus osilasi memang terjadi di inti Bumi. Penemuan ini membuka wawasan baru mengenai dinamika inti Bumi dan potensi dampaknya terhadap geofisika dan seismologi global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....