Cara Menghadapi Orang yang Hobi Memotong Pembicaraanmu (Interupsi)
- 21 Agt 2026 06:24 WIB
- Serui
RRI.CO.ID, Serui - Pernah gak sih kamu lagi semangat-semangatnya presentasi atau sekedar ngobrol santai, lalu tiba - tiba ada satu orang yang hobi banget nyamber di tengah kalimat? Belum juga titik, eh dia sudah ngomong panjang lebar seolah-olah ruang obrolan itu cuma milik dia sendiri.
Moment diinterupsi seperti begini sering banget bikin kita bad mood seketika. Dorongan ego kita bawaannya pengen langsung nyolot atau kalau gak enakan, kita milih mundur dan memendam rasa gondok didalam hati sendirian sampai kebawa pulang.
Padahal, di dalam ilmu manajemen emosi dan komunikasi asertif, ketenangan adalah senjata paling mematikan. Orang yang hobi memeotong pembicaraan itu sebenarnya lagi menunjukkan rasa tidak aman (insecurity) dari egonya yang pengen buru-buru didengar.
Jadi, jangan kasih mereka panggung dengan cara ikut emosi. Kunci situasi tersebut dengan kalimat penahan yang berwibawa atau gunakan gestur tubuh yang tegas tanpa perlu kehilangan senyuman tenangmu. Saat kamu bisa mengendalikan responmu, kamulah yang memegang kendali atas seluruh dinamika ruangan tersebut. Suaramu berharga, jadi pastikan kamu menyampaikannya sampai tuntas.
Trik mengalihkan obrolan yang menyudutkan tanpa perlu teriak atau kelihatan kekanak kanakan. Contohnya seperti kita lagi asyik menjelaskan ide saat rapat atau sekedar cerita di sirkel tongkrongan, lalu tiba - tiba kalimatmu dipotong ditengah jalan. Rsanya pasti kesal, dada mendadak sesak dan ego kita langsung terpicu untuk ikutan teriak atau malah memilih diam dengan muka masam. Ingat, membalas dengan emosi yang meledak justru akan membuatmu kehilangan wibawa di mata forum.
1. Gunakan Kalimat Penahan yang Anggun
Gak perlu meninggikan nada suara untuk merebut kembali panggungmu.Cukup tatap matanya, angkat tangan sedikit, lalu ucapkan dengan intonasi datar namun tegas: "Tunggu sebentar ya, izinkan saya menyelesaikan poin ini dulu baru kita diskusikan." Kalimat ini secara instan memakan egonya untuk mengerem.
2. Taktik "Tetap Bicara" dengan Garis Lurus
Saat merekat mulai menyela, jangan langsung berhenti bicara. Tetap lanjutkan kalimatmu dengan kecepatan dan volume suara yang sama persis seolah-olah tidak ada interupsi. Pertahankan kontak mata dengan audiens yang lain. Biasanya, si pemotong akan merasa canggung sendiri karena suaranya terkesan menabrak dinding dan akhirnya dia akan diam.
| Baca juga: Cara Jadi Pendiam tapi Disegani Banyak Orang |
3. Sinyal Non-Verbal ( Bhasa Tubuh)
Ego manusia sangat peka terhadap otoritas fisik. Ketika kalimatmu dipotong, berikan gestur telapak tangan terbuka yang menghadap ke arahnya (seperti tanda stop) sambil tetap berbicara. Bahasa tubuh yang tenang namun dominan ini mengirimkan sinyal psikologis yang kuat bahwa kamu memegang kendali penuh atas ruangan tersebut.
Nah, orang yang hobi menginterupsi biasanya disorong oleh ego yang haus akan validasi atau ingin terlihat paling dominan. Menghadapi mereka dengan ketenangan yang asertif adalah level tertinggi dari manajemen emosi.
Kamu gak perlu membuang energi batin untuk marah, karena wibawamu justru memancar saat kamu mampu menjaga harimu tetap produktif tanpa terpengaruh oleh ego orang lain. Nilai dari suaramu ditentukan oleh caramu mempertahankan ruang bicaramu dengan kepala dingin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....