Hedonic Treadmill: Siklus Belanja yang Membuat Gaji Tak Bertahan Lama
- 05 Agt 2026 07:25 WIB
- Serui
Poin Utama
- Hedonic treadmill membuat seseorang terus mengejar kepuasan melalui konsumsi, sehingga pengeluaran meningkat meski pendapatan bertambah.
- Mengelola anggaran, menunda pembelian impulsif, dan memprioritaskan kebutuhan dapat membantu mencegah uang bulanan cepat habis.
RRI.CO.ID, Serui - Banyak orang merasa gaji yang diterima setiap bulan selalu habis, meski nominal pendapatannya terus meningkat. Salah satu penyebab yang sering tidak disadari adalah hedonic treadmill, yaitu kondisi ketika seseorang cepat terbiasa dengan peningkatan gaya hidup sehingga terus mencari kepuasan baru melalui pengeluaran.
Fenomena ini terjadi saat seseorang membeli barang, mencoba tren terbaru, atau meningkatkan gaya hidup untuk mendapatkan rasa senang. Namun, perasaan puas tersebut biasanya hanya bertahan sementara. Setelah itu, muncul keinginan baru yang mendorong pengeluaran kembali meningkat.
Akibatnya, kenaikan pendapatan tidak selalu diikuti dengan peningkatan kondisi keuangan. Sebaliknya, pengeluaran ikut bertambah karena standar hidup terus naik. Kebiasaan seperti sering berburu promo, membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan, atau rutin mengikuti tren media sosial dapat mempercepat efek hedonic treadmill.
Untuk mengurangi dampaknya, ada tiga hal yang perlu diperhatikan, antaralain:
| Baca juga: Empat Tips Amankan Dompet setelah Lebaran |
1. Penting membedakan antara kebutuhan dan keinginan sebelum berbelanja.
2. Menyusun anggaran bulanan, menetapkan target tabungan.
3. Memberi jeda sebelum melakukan pembelian impulsif juga dapat membantu menjaga kondisi finansial tetap stabil.
Memahami konsep hedonic treadmill menjadi langkah awal agar setiap kenaikan penghasilan benar-benar memberikan manfaat bagi masa depan, bukan sekadar meningkatkan pengeluaran sesaat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....