Simak Cara Penulisan Ramadan yang Benar Menurut KBBI
- 12 Feb 2026 12:03 WIB
- Serui
RRI.CO.ID, Serui - Penulisan kata Ramadan sering menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Tidak sedikit orang yang menuliskannya sebagai “Ramadhan” karena pengaruh ejaan bahasa Arab. Namun, dalam konteks bahasa Indonesia, penulisan yang benar harus mengacu pada kaidah yang berlaku, yakni Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
Menurut KBBI, bentuk baku yang benar adalah “Ramadan”, tanpa huruf “h”. Kata ini diserap dari bahasa Arab ramaḍān, tetapi mengalami penyesuaian ejaan sesuai dengan aturan transliterasi dan kaidah bahasa Indonesia. Oleh karena itu, huruf “dh” dalam bahasa Arab tidak ditulis menjadi “dh” dalam bahasa Indonesia, melainkan cukup “d”.
Penyesuaian ini merupakan bagian dari proses penyerapan kata asing ke dalam bahasa Indonesia. Dalam kaidah Ejaan Bahasa Indonesia (EBI), penulisan kata serapan disesuaikan agar lebih sederhana dan mudah digunakan oleh penutur bahasa Indonesia. Itulah sebabnya bentuk “Ramadhan” dianggap tidak baku dalam penulisan formal.
Penggunaan kata “Ramadan” yang benar penting diterapkan dalam dokumen resmi, karya tulis ilmiah, media massa, maupun komunikasi formal lainnya. Dengan mengikuti KBBI, kita turut menjaga konsistensi dan ketertiban berbahasa Indonesia secara baik dan benar.
Meski demikian, dalam penggunaan sehari-hari atau konteks nonformal, masih banyak masyarakat yang menggunakan bentuk “Ramadhan”. Hal ini umumnya dipengaruhi oleh kebiasaan, latar belakang pendidikan agama, atau preferensi pribadi. Namun, untuk keperluan akademik dan administratif, bentuk baku tetap harus diutamakan.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penulisan yang benar menurut KBBI adalah Ramadan, bukan “Ramadhan”. Memahami dan menerapkan bentuk baku ini merupakan bagian dari upaya kita dalam menghargai dan melestarikan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....