Benarkah Makan Malam Bikin Gemuk? Berikut Penjelasannya
- 01 Feb 2026 09:00 WIB
- Serui
RRI.CO.ID, Serui - Banyak orang yang merasa bersalah setiap kali makan malam, apalagi kalau jam sudah menunjukkan angka delapan ke atas. Ada anggapan populer bahwa makan malam adalah penyebab utama kenaikan berat badan. Akibatnya, tak sedikit yang memilih melewatkan makan malam demi menjaga tubuh tetap langsing.
Tapi, apakah benar makan malam itu otomatis bikin gemuk? Atau sebenarnya ada faktor lain yang lebih berpengaruh?
1. Berat badan ditentukan oleh total kalori, bukan jam makan
Hal paling penting dalam kenaikan berat badan adalah keseimbangan antara kalori yang masuk dan kalori yang dibakar. Jika asupan kalori harian lebih banyak daripada yang digunakan tubuh, maka kelebihannya akan disimpan sebagai lemak—tidak peduli itu dimakan pagi, siang, atau malam.
Artinya, makan malam tidak langsung bikin gemuk. Yang bikin berat badan naik adalah porsi berlebihan dan jenis makanan tinggi kalori yang sering dikonsumsi, terutama jika itu menjadi kebiasaan.
2. Malam hari tubuh memang lebih sedikit bergerak
Di malam hari, aktivitas fisik biasanya menurun. Banyak orang makan sambil menonton TV atau rebahan. Karena tubuh tidak banyak bergerak setelah makan, kalori yang masuk cenderung tidak terpakai secara optimal. Jika ini terjadi terus-menerus, berat badan bisa naik.
Jadi masalahnya bukan semata-mata “makan malam”, tetapi kurang aktivitas setelahnya dan pilihan makanan yang kurang sehat.
3. Jenis makanan saat makan malam sangat berpengaruh
| Baca juga: Tips Tetap Produktif di Minggu Pertama Puasa |
Makan malam dengan menu seperti gorengan, makanan cepat saji, makanan bersantan, atau camilan manis tentu berbeda dampaknya dibandingkan makan malam dengan menu seimbang.
Makan malam yang sehat sebaiknya mengandung:
• Protein (ikan, ayam tanpa kulit, tahu, tempe, telur)
• Sayuran tinggi serat
• Karbohidrat secukupnya (nasi merah, kentang rebus, atau oatmeal)
Serat dan protein membantu kenyang lebih lama serta mencegah keinginan ngemil larut malam.
4. Melewatkan makan malam justru bisa bikin kalap
Beberapa orang yang sengaja tidak makan malam malah jadi sangat lapar di tengah malam atau keesokan harinya. Akibatnya, mereka makan dalam porsi besar atau memilih makanan tinggi gula dan lemak. Pola seperti ini justru lebih berisiko menyebabkan kenaikan berat badan.
5. Waktu makan tetap ada pengaruh, tapi bukan faktor utama
Beberapa penelitian menunjukkan makan terlalu larut malam bisa memengaruhi metabolisme dan kualitas tidur. Kurang tidur sendiri berkaitan dengan peningkatan hormon lapar. Jadi, makan sangat larut malam bisa berkontribusi, tapi tetap bukan penyebab tunggal kegemukan.
Jadi, makan malam bukan musuh utama penyebab gemuk. Yang lebih menentukan adalah total kalori harian, porsi makan, jenis makanan, serta pola hidup secara keseluruhan. Makan malam tetap boleh, asalkan dengan porsi wajar, menu seimbang, dan tidak terlalu dekat dengan waktu tidur. Daripada takut makan malam, lebih baik fokus pada pola makan yang teratur, pilihan makanan yang lebih sehat, dan tetap aktif bergerak. Tubuh yang sehat bukan dibentuk dari satu waktu makan saja, tapi dari kebiasaan yang konsisten setiap hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....