Lokasi Terbaik Melihat Hujan Meteor Paling Terang
- 30 Jan 2026 08:15 WIB
- Serui
RRI.CO.ID, Serui - Langit malam sering menawarkan pemandangan luar biasa, terutama dengan kehadiran objek-objek langit yang memukau. Momen istimewa seperti ini selalu dinanti banyak orang sebagai kesempatan untuk menyaksikan keajaiban alam. Di antara berbagai fenomena langit seperti gerhana atau supermoon, hujan meteor selalu menjadi salah satu yang paling menarik perhatian.
Sering dijuluki sebagai "bintang jatuh", hujan meteor dapat dinikmati tanpa bantuan alat khusus, cukup dengan mata telanjang. Dikutip dari Travel and Leisure, hujan meteor sebenarnya adalah sisa-sisa puing kosmik yang masuk ke atmosfer bumi. Untuk bisa melihatnya, diperlukan dua hal utama: kesabaran, karena durasi dan kemunculannya tidak terduga, serta kondisi langit yang malam gelap gulita karena bulan tidak bersinar.
Bulan sering menjadi penghalang pandangan karena sinarnya yang terang, bahkan terhadap hujan meteor paling mencolok sekalipun. Namun, tahun 2026 membawa kabar baik bagi para pemburu fenomena langit yang ingin menikmati hujan meteor secara optimal. Diperkirakan dari 14 Juli hingga 1 September 2026, bumi akan menyaksikan salah satu hujan meteor paling terang dalam satu dekade, dengan puncaknya bertepatan dengan fase Bulan Baru (New Moon), menjadikan langit benar-benar gelap.
Berikut adalah beberapa hujan meteor yang bisa Anda saksikan dan waktu terbaik untuk menikmatinya seperti dikutip dari laman CNN
- Fenomena bintang jatuh
Hujan meteor Perseids diperkirakan berlangsung pada malam 12 Agustus hingga dini hari 13 Agustus 2026. Fenomena ini diyakini akan menghadirkan sekitar 4.500 meteor di langit malam, dengan rata-rata 50 hingga 100 meteor per jam.
Bagi yang berada di belahan bumi utara, waktu menjelang fajar pada 13 Agustus merupakan momen terbaik untuk menikmati intensitas Perseids di langit gelap yang sempurna. Uniknya, di wilayah seperti Islandia, Greenland, dan Spanyol, Perseids juga bisa terlihat pada siang hari karena bertepatan dengan Fenomena Gerhana Matahari Total yang akan berlangsung pada 12 Agustus 2026.
| Baca juga: Mengenal Maksud Dari Istilah "Aura Farming" |
- Fenomena bintang jatuh yang berasal dari Komet Halley (puing-puing atau debu komet).
Fenomena berikutnya adalah hujan meteor Orionids yang akan berlangsung pada Oktober. Puncaknya diprediksi pada 21-22 Oktober 2026, saat Bulan berada di fase Cembung (Gibbous), sehingga kondisi langit menjadi sedikit lebih terang.
Bagi para pengamat langit, disarankan mencari lokasi dengan minim polusi cahaya untuk menikmati Orionids secara maksimal. Setiap jamnya diprediksi sekitar 20 meteor akan melintas di langit.
- Fenomena langit atau astronomi.
Menutup akhir tahun, hujan meteor Geminids menawarkan pertunjukan spektakuler pada malam 13-14 Desember 2026. Bertepatan dengan fase Bulan Sabit redup, kondisi ini memungkinkan penampakan Geminids menjadi lebih jelas dan menakjubkan.
Diperkirakan hingga 120 meteor per jam akan melintasi langit jika Anda berada di lokasi dengan langit gelap sempurna. Jangan lupa mencatat tanggal penting ini dan memilih lokasi terbaik untuk menikmati keindahan langit di tahun 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....