Heboh! Siomay Dicampur Ikan Sapu-Sapu, Apakah Berbahaya

  • 27 Jan 2026 09:14 WIB
  •  Serui

RRI.CO.ID, Serui - Belakangan ini, publik dihebohkan oleh berita viral mengenai siomay yang menggunakan ikan sapu-sapu sebagai bahan utama. Ikan yang dikenal dengan nama latin Pangasius ini memang populer di pasaran karena harganya yang relatif murah dan teksturnya yang lembut. Namun, di balik itu, konsumsi ikan sapu-sapu menimbulkan risiko kesehatan serius yang perlu diwaspadai.

Salah satu alasan utama ikan sapu-sapu dianggap berbahaya adalah karena kandungan formalin yang tinggi. Formalin adalah bahan kimia berbahaya yang sering digunakan untuk pengawetan. Beberapa peternak atau pedagang nakal menggunakan formalin untuk menjaga kesegaran ikan agar terlihat segar lebih lama.

Mengonsumsi ikan yang mengandung formalin dapat menyebabkan keracunan, gangguan pencernaan, hingga kerusakan organ hati dan ginjal. Selain itu, ikan sapu-sapu dikenal mudah menyerap polutan dari lingkungan. Ikan ini biasanya dibudidayakan di perairan yang tercemar limbah industri atau pertanian.

Akibatnya, residu logam berat seperti merkuri, kadmium, atau timbal dapat menumpuk di tubuh ikan. Konsumsi jangka panjang dapat mengganggu sistem saraf, menyebabkan gangguan perkembangan pada anak-anak, dan meningkatkan risiko penyakit kronis pada orang dewasa.

Ikan sapu-sapu juga memiliki kandungan lemak yang relatif tinggi dibandingkan ikan konsumsi lainnya. Lemak ini cenderung menyimpan toksin yang ada di lingkungan tempat ikan hidup. Saat dimasak, beberapa zat berbahaya ini dapat tetap bertahan dan masuk ke tubuh manusia, sehingga konsumsi berulang tetap menimbulkan risiko kesehatan.

Dari segi regulasi, banyak negara telah membatasi konsumsi atau perdagangan ikan sapu-sapu karena alasan kesehatan. Di Indonesia, meskipun ikan ini masih banyak dijual, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) selalu mengingatkan agar masyarakat berhati-hati, terutama dalam mengonsumsi produk olahan seperti siomay, pempek, atau nugget yang menggunakan ikan sapu-sapu sebagai bahan baku utama.

Masyarakat disarankan untuk lebih cermat memilih ikan yang dikonsumsi. Pilihlah ikan yang berasal dari budidaya bersih, tidak menggunakan bahan kimia berbahaya, dan pastikan ada label resmi dari instansi berwenang. Alternatif ikan konsumsi lain seperti ikan lele, nila, atau tongkol dapat menjadi pilihan yang lebih aman dan sehat.

Meskipun ikan sapu-sapu terlihat menarik karena harganya yang murah dan teksturnya lembut, risiko kesehatan yang ditimbulkannya tidak boleh diabaikan. Viral-nya berita siomay berbahan ikan sapu-sapu menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih bijak dalam memilih makanan, terutama yang berbahan dasar ikan. Keselamatan pangan tetap harus menjadi prioritas utama bagi kesehatan keluarga.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....