Mood Sering Berubah saat Menstruasi? Ketahui Penyebabnya
- 27 Jan 2026 06:39 WIB
- Serui
RRI.CO.ID, Serui - Banyak perempuan merasa dirinya “berbeda” saat datang bulan. Tiba-tiba jadi lebih sensitif, gampang marah, mudah tersinggung, atau malah ingin menangis tanpa alasan yang jelas. Perubahan suasana hati ini sering bikin bingung, bahkan kadang membuat kita merasa bersalah pada orang sekitar. Padahal, kondisi ini sangat umum terjadi dan ada penjelasan ilmiahnya.
Datang bulan bukan hanya soal perdarahan menstruasi, tetapi juga melibatkan perubahan hormon besar-besaran dalam tubuh. Perubahan inilah yang berpengaruh langsung pada emosi dan suasana hati. Beberapa penyebabnya antara lain:
1. Peran Hormon dalam Perubahan Mood
Menjelang dan saat menstruasi, kadar hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh naik turun. Hormon-hormon ini tidak hanya mengatur siklus haid, tapi juga berpengaruh pada zat kimia otak seperti serotonin, yang berperan penting dalam mengatur perasaan bahagia dan tenang.
Ketika kadar estrogen menurun, kadar serotonin juga bisa ikut turun. Akibatnya, kita jadi lebih mudah merasa sedih, cemas, atau mudah tersinggung.
2. PMS dan Emosi yang Tidak Stabil
Perubahan mood saat haid sering dikaitkan dengan Premenstrual Syndrome (PMS). Gejalanya bukan cuma fisik seperti kram perut atau payudara nyeri, tapi juga emosional, misalnya:
- Mudah marah atau kesal
- Lebih sensitif dari biasanya
- Merasa sedih atau ingin menangis
- Sulit berkonsentrasi
- Cemas berlebihan
Gejala ini biasanya muncul beberapa hari sebelum haid dan bisa berlanjut di hari-hari awal menstruasi.Pada sebagian orang, gejalanya bisa lebih berat dan disebut PMDD (Premenstrual Dysphoric Disorder), yang membuat perubahan mood terasa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.
3. Faktor Lain yang Memperparah Perubahan Mood
Selain hormon, ada beberapa hal yang bisa membuat emosi makin naik turun saat haid:
Kurang tidur karena nyeri atau tidak nyaman, nyeri haid yang membuat tubuh lelah dan stres, polamakan kurang baik, terlalu banyak gula, kafein, atau makanan asin dan stres sehari-hari yang sudah menumpuk. Jadi, bukan hanya haidnya saja, tapi kombinasi kondisi fisik dan mental yang membuat perasaan jadi tidak stabil.
Kabar baiknya, perubahan mood ini bisa dikurangi dengan beberapa kebiasaan sederhana:
1. Istirahat cukup
Tidur yang cukup membantu menstabilkan hormon dan emosi.
2. Olahraga ringan
Jalan santai, stretching, atau yoga bisa membantu tubuh melepaskan endorfin, hormon yang bikin perasaan lebih baik.
3. Perhatikan makanan
Kurangi kafein, gula berlebih, dan makanan tinggi garam. Perbanyak sayur, buah, dan air putih.
4. Lakukan hal yang menenangkan
Dengarkan musik, menonton film favorit, journaling, atau sekadar me-time bisa membantu meredakan emosi.
5. Komunikasi dengan orang terdekat
Tidak ada salahnya bilang, “Lagi PMS nih, agak sensitif.” Ini membantu orang sekitar lebih memahami kondisi kita.
Mood yang berubah-ubah saat datang bulan adalah hal yang wajar dan dialami banyak perempuan. Ini bukan berarti kita lemah atau terlalu baper, melainkan respon alami tubuh terhadap perubahan hormon. Dengan memahami penyebabnya dan merawat diri dengan lebih baik, kita bisa melalui masa menstruasi dengan lebih nyaman baik secara fisik maupun emosional.
Jika perubahan mood terasa sangat berat, mengganggu pekerjaan, hubungan, atau membuat muncul pikiran negatif berlebihan, sebaiknya konsultasi ke dokter atau psikolog.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....