Kebiasaan Unik Makan Anggur di Bawah Meja
- 01 Jan 2026 16:44 WIB
- Serui
KBRN, Serui: Menjelang pergantian tahun, berbagai komunitas dan keluarga di belahan dunia memiliki kebiasaan unik untuk merayakannya. Salah satu tradisi yang menarik perhatian adalah kebiasaan masyarakat Spanyol memakan 12 buah anggur di bawah meja, yang diyakini membawa keberuntungan.
Dilansir dari IDN TIMES. Belakangan ini, video tradisi makan anggur di bawah meja ramai beredar di TikTok, memperlihatkan cara unik warga menyambut tahun baru. Agar tradisi ini lebih jelas, mari telusuri asal-usulnya.
1. Berasal dari Spanyol sebagai Warisan Budaya
Mengutip NPR, kebiasaan makan anggur merupakan bagian integral dari perayaan Nochevieja, istilah yang merujuk pada malam terakhir tahun atau malam tahun baru. Pada saat itu, penduduk berkumpul bersama di alun-alun atau di depan televisi, mengenakan pakaian warna merah sebagai simbol keberuntungan, sambil menyiapkan anggur hijau sebagai bagian dari ritual.
Acara puncak ditandai dengan tayangan menara jam Real Casa de Correos di Madrid melalui TV nasional. Para penyiar yang mengenakan pakaian resmi memberikan arahan dalam merayakan momen tersebut. Ketika lonceng berdentang sebanyak empat kali sebagai tanda dimulainya perayaan, lengkaplah suasana malam pergantian tahun.
Lonceng kembali berbunyi sebanyak 12 kali sesuai jumlah bulan dalam satu tahun. Setiap kali lonceng berdentang, warga Spanyol memakan satu anggur hingga genap 12 buah. Tradisi ini dipercaya sebagai simbol keberuntungan bagi mereka yang berhasil menghabiskan semua anggur tepat waktu, seiring dengan dentangan lonceng.
2. Kisah di Balik Tradisi Unik Ini
Tradisi makan anggur ini memiliki dua versi asal-usul menurut NPR. Pertama, pada era 1880-an terdapat laporan di surat kabar mengenai kebiasaan kaum borjuis di Madrid yang ingin meniru warga Paris dengan minum anggur pada malam tahun baru. Kebiasaan tersebut kemudian diadaptasi dengan tambahan elemen lonceng sebagai bagian dari perayaan pergantian tahun.
Versi kedua mengungkap latar belakang berbeda: pada tahun 1909, terjadi surplus produksi anggur di wilayah Alicante akibat panen besar-besaran. Untuk mengatasi kelebihan stok tersebut dan meningkatkan penjualan anggur, para petani mempopulerkan ide makan anggur saat pergantian tahun yang lantas menjadi tradisi berskala nasional.
3. Perayaan Tahun Baru di Berbagai Dunia
Setiap negara memiliki cara yang khas untuk menyambut datangnya tahun baru. Berikut beberapa contohnya:
Indonesia: Menghabiskan makan malam bersama keluarga, menyaksikan atau menyalakan kembang api sebagai simbol harapan dan semangat baru.
Jepang: Makan mie soba panjang yang melambangkan doa untuk umur panjang dan keberuntungan.
Korea: Menyantap sup tteok yang dianggap merepresentasikan bertambahnya usia satu tahun sekaligus melakukan penghormatan kepada orang tua lewat tradisi sebae.
Demikian informasi tentang tradisi makan anggur di bawah meja yang unik dan menarik untuk disimak sebagai bagian dari beragam cara budaya dunia merayakan tahun baru.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....