Alergi Bulu Kucing Hingga Cara Mengatasinya

  • 14 Jul 2025 07:07 WIB
  •  Serui

KBRN, Serui: Bulu kucing adalah salah satu ciri khas yang paling menonjol pada kucing. Bulu ini tidak hanya mempercantik penampilan kucing, tetapi juga memiliki fungsi penting untuk kesehatan dan kenyamanan mereka.

Meskipun menjadi salah satu daya tariknya, banyak diantara kita yang alergi pada bulu kucing. Alergi bulu kucing sebenarnya bukan disebabkan oleh bulunya sendiri, melainkan oleh protein yang terdapat dalam air liur, urin, dan ketombe kulit kucing (serpihan kulit mati). Protein ini disebut Fel d 1.

Saat kucing menjilat tubuhnya (membersihkan diri), air liurnya menempel di bulu. Ketika bulu rontok atau menguap ke udara, protein ini ikut terhirup dan menyebabkan reaksi alergi. Gejala Alergi Bulu Kucing biasanya muncul dalam beberapa menit hingga jam setelah kontak dengan kucing:

• Hidung tersumbat atau meler

• Bersin-bersin

• Mata merah, gatal, atau berair

• Batuk, sesak napas

• Kulit gatal, ruam, atau bentol jika terkena bulu

• Asma memburuk (bagi penderita asma)

Untuk itu, berikut Tips Mengatasi Alergi Bulu Kucing jika kamu tetap ingin memelihara kucing:

• Bersihkan rumah secara rutin

Gunakan vacuum dengan filter HEPA untuk menyedot bulu dan ketombe kucing.

• Batasi akses kucing

Jangan biarkan kucing masuk kamar tidur atau naik ke sofa.

• Mandikan dan sisir kucing secara berkala

Kurangi penyebaran ketombe dan bulu rontok.

• Gunakan purifier udara

Membantu menyaring protein alergi di udara.

• Cuci tangan dan ganti baju setelah menyentuh kucing

Adapun Pengobatan Alergi Bulu Kucing

• Antihistamin: Mengurangi gejala seperti bersin atau mata gatal.

• Dekongestan: Membantu meredakan hidung tersumbat.

• Semprotan hidung (nasal spray): Untuk gejala sinus.

• Imunoterapi (terapi alergi): Dalam jangka panjang bisa mengurangi kepekaan terhadap alergen.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....