Rumput Mei Lembah Baliem Kota Dingin Wamena
- 17 Mei 2025 17:43 WIB
- Serui
KBRN,Serui : Rumput Mei atau " Owasi Owasika yang muncul di bulan Mei yang memancarkan keindahan dengan corak yang indah dengan berwarna keunguan serta memiliki daya tarik tersendiri yang menarik perhatian dari para wisatawan asing, lokal maupun nusantara yang ingin melihat secara langsung keindahan dari rumput Mei tersebut. Dengan berkunjung langsung ke Wamena Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Rumput Mei dikenal dalam bahasa setempat yaitu Owasi Owasika. Terdiri dari tiga kata yaitu Owa yang beratri dirinya atau padanya (dalam konteks ini yaitu rumput atau bunga mei, kemudian Owasi yang artinya bau atau aroma (harum) dan Eka yang memiliki arti yaitu daun.
Rumput Mei ini dikenal unik dan dapat dikatakan sebagai keajaiban alam, ciptaan Tuhan yang khusus untuk kabupaten Jayawijaya yang terkenal dengan sebutan kota dingin.
Untuk diketahui asal usul Rumput Mei di perkirakan sudah ada atau muncul sekitar tahun 1970-an, menurut salah seorang Misionaris Khatolik asal Belanda yaitu Pater Lishout mengatakan bahwa rumput mei ini, dulu tidak pernah ada. Namun menurut salah satu tokoh masyarakat daerah lembah baliem yaitu Yusuf H. Molama, kemungkinan bibit rumput mei ini di bawah oleh roda ban pesawat kecil atau Cesna yang banyak menyinggahi lapangan terbang di pedalaman papua dan kini sangat indah di pandang karena tumbuh pada dataran tinggi dan perbukitan yang kering.
Selain itu masyarakat setempat juga mempercayai khasiat dari rumput mei tersebut dapat dijadikan sebagai obat tradisional, selain itu digunakan sebagai pembuatan pagar tradisional serta berguna untuk kepentingan ternak. Masyarakat setempat percaya juga untuk dapat menyembuhkan bebrapa penyakit dengan cara mengambil bunga atau rumput tersebut lalu direbus setelah itu disaring dan di minum.
Keindahan rumput mei ini akan terlihat dalam beberapa waktu dalam bulan mei sekitar tanggal 5 sampai dengan 14 mei setiap tahun dengan bunga dan daun kecil berwarna ungu kemerahan yang terdapat hampir sekitar 40 distrik atau semua wilayah pada kabupaten Jayawijaya. Kemudian sekitar tanggal 20 Mei bunga atau rumput mei tersebut akan berubah warna. Maka sejak itulah bunga atau rumput tersebut di juluki dengan sebutan rumput mei atau owasi owasika.
Untuk itu keindahan alam yang indah ini, telah diciptakan oleh Tuhan patut kita jaga dan rawat dengan baik agar dapat di lestraikan oleh para anak cucu kita di masa mendatang sebagai anugerah yang sudah percayakan kepada kita khususnya masyarakat lembah baliem kota wamena kabupaten jayawijaya. Keunikkan ini tidak ada di tempat lain baik di Papua khususnya atau Indonesia pada umumnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....