Overthinking di Kalangan Gen Z: Tantangan Emosional di Era Digital
- 11 Mei 2025 03:31 WIB
- Serui
KBRN, Serui : Lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an, Generasi Z tumbuh di tengah perkembangan teknologi yang pesat. Mereka sangat akrab dengan media sosial, informasi instan, dan tekanan untuk selalu "terhubung." Namun, kemudahan akses ini juga membawa tantangan baru, salah satunya adalah overthinking atau berpikir berlebihan.
Overthinking di kalangan Gen Z sering muncul karena tekanan sosial, ekspektasi diri yang tinggi, serta paparan berlebihan terhadap kehidupan orang lain di media sosial. Banyak dari mereka merasa harus selalu sempurna, produktif, dan relevan.
Akibatnya, muncul kecemasan, sulit tidur, sulit membuat keputusan, bahkan gangguan kesehatan mental seperti stres dan depresi ringan. Fenomena ini perlu disikapi serius.
Pendidikan emosional, kesadaran tentang pentingnya jeda dari media sosial, serta dukungan lingkungan sangat penting untuk membantu Gen Z mengelola pikiran mereka. Terapi kognitif, meditasi, journaling, dan komunikasi terbuka dengan orang terpercaya bisa menjadi solusi awal yang efektif.
Gen Z memiliki potensi besar dan dengan dukungan yang tepat, mereka bisa mengelola overthinking menjadi refleksi yang membangun dan bukan jebakan mental.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....