Dibalik Gelar "Bapak Pendidikan Nasional" Ki Hajar Dewantara
- 02 Mei 2025 09:11 WIB
- Serui
KBRN, Serui: Ki Hajar Dewantara adalah seorang tokoh pendidikan Indonesia yang sangat berjasa dan dikenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional. Ia lahir pada 2 Mei 1889 di Yogyakarta dengan nama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat.
Lantas, mengapa Ki Hajar Dewantara disebut sebagai Bapak Pendidikan Nasional?
Ki Hajar Dewantara disebut sebagai Bapak Pendidikan Nasional karena peran dan kontribusinya yang sangat besar dalam memperjuangkan hak pendidikan bagi rakyat Indonesia, terutama di masa penjajahan Belanda. Berikut beberapa alasan utamanya:
1. Mendirikan Taman Siswa (1922)
Ia mendirikan Perguruan Taman Siswa, sekolah pertama yang terbuka bagi rakyat pribumi, saat pendidikan masih didominasi oleh kaum bangsawan dan Belanda.
2. Filosofi Pendidikan yang Revolusioner
Ia memperkenalkan sistem pendidikan yang menghormati nilai-nilai kebudayaan lokal dan menekankan kebebasan berpikir. Semboyannya "Tut Wuri Handayani" hingga kini menjadi prinsip dasar pendidikan nasional Indonesia.
3. Perjuangan Melalui Tulisan dan Aktivisme
Ki Hajar juga dikenal sebagai jurnalis dan penulis yang vokal mengkritik kebijakan kolonial yang tidak adil, terutama dalam bidang pendidikan. Tulisan terkenalnya, "Seandainya Aku Seorang Belanda", membuatnya dibuang ke Belanda.
4.Jabatan Menteri Pendidikan Pertama
Setelah kemerdekaan, beliau diangkat menjadi Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan dalam kabinet pertama Indonesia.
Karena perjuangannya inilah, pemerintah Indonesia menganugerahkan gelar tersebut dan menetapkan hari lahirnya sebagai Hari Pendidikan Nasional.
Filosofi pendidikannya terkenal dengan semboyan:
"Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani",
yang berarti:
Di depan memberi teladan, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan.
Ki Hajar Dewantara wafat pada 26 April 1959 di Yogyakarta. Saat itu beliau berusia 70 tahun. Meskipun telah tiada, warisan pemikirannya tentang pendidikan yang merdeka, berbudaya, dan berpihak pada rakyat kecil terus hidup dan menjadi landasan sistem pendidikan di Indonesia hingga sekarang.
Untuk menghormati jasanya, tanggal lahirnya, 2 Mei, diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Indonesia.
Itu alasan dibalik gelar Bapak Pendidikan Nasional yang diberikan kepada Ki Hajar Dewantara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....