Bupati Kutim: Festival Sekerat Harus Berdampak Nyata bagi Ekonomi Masyarakat

  • 13 Jul 2026 13:03 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Sekerat - Festival Sekerat Nusantara (FSN) V Tahun 2026 resmi ditutup di Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, Minggu malam 12 Juli 2026. Penutupan festival menjadi momentum penegasan komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) untuk menjadikan sektor pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif sebagai penggerak ekonomi kerakyatan.

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, mengatakan penyelenggaraan festival tidak boleh berhenti sebagai agenda hiburan tahunan. Menurutnya, kegiatan tersebut harus mampu memberikan dampak ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Festival harus menjadi panggung bagi masyarakat untuk mempromosikan produk lokal, mengembangkan UMKM, dan meningkatkan pendapatan desa. Keberhasilan festival tidak hanya diukur dari kemeriahannya, tetapi juga dari manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat," ujar Ardiansyah saat menutup Festival Sekerat Nusantara V.

Menurut Ardiansyah, Desa Sekerat memiliki modal yang sangat kuat untuk berkembang menjadi destinasi wisata unggulan di Kutai Timur. Keindahan pantai, kawasan pegunungan, hamparan persawahan, air terjun, hingga olahraga dirgantara seperti paralayang merupakan aset yang dapat menarik wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

Ia menilai, potensi tersebut akan semakin bernilai apabila dikemas bersama kekayaan budaya yang masih lestari. Salah satunya adalah ritual adat Belian Sempekat yang menjadi identitas masyarakat Desa Sekerat dan diharapkan dapat ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb).

Ardiansyah menambahkan, pemerintah daerah akan terus mendorong agar setiap penyelenggaraan festival tidak hanya menghasilkan manfaat sosial dan budaya, tetapi juga memiliki indikator ekonomi yang jelas. Oleh sebab itu, panitia penyelenggara diminta mulai mendokumentasikan nilai transaksi ekonomi yang terjadi selama festival berlangsung.

"Saya berharap ke depan setiap festival memiliki data transaksi ekonomi. Berapa nilai penjualan UMKM, berapa jumlah pengunjung, hingga dampak ekonomi yang dihasilkan harus dapat diukur sehingga manfaatnya benar-benar diketahui oleh masyarakat," katanya.

Selain menjadi ruang promosi produk lokal, Festival Sekerat Nusantara juga dinilai sebagai sarana memperkenalkan potensi wisata Kutai Timur kepada masyarakat yang lebih luas. Ardiansyah menyebut daerahnya memiliki kekayaan alam dan sejarah yang luar biasa, mulai dari kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat, bentang pantai, hingga jejak peradaban manusia purba yang telah dikenal dunia.

"Potensi yang kita miliki ini adalah permata yang harus terus diasah melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan komunitas. Kalau dikelola bersama, saya yakin mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sekerat Sunan Dhika mengatakan Festival Sekerat Nusantara lahir dari semangat masyarakat untuk menjaga warisan budaya sekaligus membuka peluang ekonomi baru melalui sektor pariwisata. Selama empat tahun terakhir, masyarakat terus mengembangkan berbagai atraksi agar festival memiliki ciri khas yang mampu menarik wisatawan.

"Harapan kami, festival ini tidak hanya dikenal sebagai agenda budaya, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat Desa Sekerat. Ketika wisatawan datang, UMKM tumbuh, pendapatan warga meningkat, dan desa ikut berkembang," kata Sunan.

Festival Sekerat Nusantara V menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari ritual adat, lomba kuliner hasil laut, pertunjukan seni budaya, hiburan rakyat, hingga atraksi paralayang yang membawa bendera promosi Geopark Sangkulirang-Mangkalihat. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berharap agenda budaya tahunan tersebut terus berkembang sebagai lokomotif ekonomi kerakyatan sekaligus memperkuat posisi Desa Sekerat sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kutai Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....