Bontang Siap Kembangkan Potensi Pariwisata Berlapis
- 05 Nov 2025 08:05 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda: Kota Bontang yang selama ini identik dengan sektor industri migas dan pupuk, diyakini memiliki potensi pariwisata berlapis yang siap dikembangkan. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kalimantan Timur (Kaltim), menyoroti keragaman potensi ini. Mulai dari wisata bahari, ekowisata, budaya, hingga MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition).
Hal tersebut mengemuka dalam Dialog Jelajah Negeri di Pro 1 RRI Samarinda, yang berlangsung pada Minggu (2/11/2025).
Wakil Ketua Bidang Advokasi, Humas dan Publikasi BPD PHRI Kaltim, Bela Indi Sulistio, menjelaskan Bontang memiliki tiga pilar utama objek wisata yang potensial. Potensi ini adalah sumber daya yang belum sepenuhnya tergarap namun sangat memungkinkan untuk dikembangkan menjadi destinasi unggulan.
"Kalau di Bontang, alam ini karena Bontang itu secara geografis 70% adalah wilayahnya adalah air kelautan. Jadi ada potensi wisata bahari atau marine tourism," ujar Bela.
Selain bahari, Bela memaparkan potensi alam lainnya, seperti ekowisata mangrove (bakau) dan wisata petualangan (adventure tourism) yang dapat dikembangkan di tiga sungai yang dimiliki kota tersebut.
Pilar kedua yang disoroti adalah potensi budaya. Menurut Bela, Bontang memiliki modal kuat di sektor heritage tourism (cagar budaya) seperti Masjid Tua Al-Wahab.
Sektor kuliner juga menjadi andalan, terutama setelah ikan bawis yang menjadi ikon kuliner lokal, mendapat sertifikasi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) pada tahun 2024. "Bontang sangat ikonik untuk wisata kuliner bahari tentunya," katanya.
PHRI juga mencatat keberhasilan pengembangan desa wisata (village tourism). Kelurahan Bontang Baru berhasil meraih predikat juara kedua untuk kategori desa wisata berkembang dan kini diusulkan untuk naik ke tingkat desa wisata maju nasional.
Pilar ketiga adalah wisata buatan. Bela menekankan pentingnya pengembangan MICE tourism, yang terbukti memberikan kontribusi sangat besar terhadap tingkat okupansi atau hunian hotel di berbagai daerah. Selain itu, Bontang juga telah memiliki integrated tourism (wisata terpadu) seperti kawasan Lebah Permai (Lemper).
Dengan semakin banyaknya potensi yang dikembangkan, Bela menegaskan bahwa peningkatan kualitas hospitality atau keramahtamahan menjadi sebuah keharusan.
"Menyambung dengan pertanyaan tadi, maka hospitality-nya karena sudah mulai banyak pengunjung datang ke Kaltim tahun 2024 sekitar 9 juta sekian, maka hospitality untuk sektor industri pariwisata mau tidak mau itu harus ditingkatkan," ucapnya.
Bela menyimpulkan, diversifikasi sektor pariwisata ini sudah mulai terasa dampaknya di Bontang dan diharapkan dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di luar sektor industri ekstraktif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....