Berawal dari Halaman Rumah, Teras Goma Hadirkan Rasa Kopi yang Berbeda

  • 10 Agt 2026 08:11 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Berawal dari kedai kopi sederhana di halaman rumah, Teras Goma kini mulai mengembangkan produk olahan sendiri berupa sirup organik Golden Goma. Usaha milik Alfinnahdi Ahyar tersebut berlokasi di kawasan Perumahan Arisco, Kecamatan Sambutan, Samarinda.

Alfinnahdi mengatakan, Teras Goma berdiri sekitar 7 Juli 2025 setelah dirinya kembali dari perantauan di Solo, Jawa Tengah. Berbekal pengalaman belajar kopi selama di Solo, ia kemudian mencoba membuka usaha kedai kopi di rumah karena saat itu belum ada coffee shop di lingkungan tempat tinggalnya.

“Awalnya memang dari kedai kopi. Saya belajar kopi di perantauan, lalu pulang dan mencoba jualan di rumah. Waktu itu belum ada coffee shop di sekitar sini, jadi saya lihat ini peluang,” ujarnya saat menjadi narasumber Pro 4, di kutip Senin 10 Agustus 2026.

Pada awal berdiri, usaha tersebut masih menggunakan peralatan manual dan diberi nama Goma Coffee, kemudian diubah menjadi Teras Goma. “Dulu namanya Goma Coffee, masih sangat sederhana. Karena saya ingin suasananya lebih akrab, jadi saya ubah menjadi Teras Goma,” katanya.

Nama “Teras” merujuk pada lokasi usaha yang berada di teras rumah, sementara “Goma” berasal dari istilah di lingkungan Pondok Gontor, yakni “ghairu mafhum” yang bermakna tidak jelas atau sulit dipahami.

Dalam perkembangannya, Teras Goma tidak hanya menjual kopi, tetapi juga mulai berinovasi dengan membuat sirup sendiri, salah satunya sirup butterscotch bernama Golden Goma. “Awalnya hanya jual kopi, tapi saya ingin ada sesuatu yang berbeda, jadi saya coba bikin sirup sendiri,” ujarnya.

Ide tersebut muncul dari keinginan Alfinnahdi untuk menghadirkan rasa yang tidak seragam seperti sirup industrial yang umum digunakan. “Saya merasa sirup di pasaran rasanya cenderung sama, saya ingin Teras Goma punya ciri khas sendiri,” katanya.

Ia kemudian mempelajari berbagai referensi hingga mencoba meracik butterscotch secara mandiri di dapur. Dari proses tersebut, lahirlah formula Golden Goma.

Selain menciptakan rasa khas, produksi sirup sendiri juga membantu menekan biaya operasional sehingga usaha lebih efisien. “Dengan produksi sendiri, biaya bisa lebih ditekan, jadi bukan hanya soal rasa, tapi juga keberlanjutan usaha,” ucapnya.

Golden Goma menjadi produk awal yang diharapkan membuka jalan bagi varian lain di masa depan, dengan nama “Golden” sebagai simbol masa keemasan. “Harapannya nanti bisa lahir produk lain yang juga punya karakter kuat,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....