Resmikan Wakaf Produktif, BI Balikpapan Pacu Ekonomi Syariah UMKM

  • 28 Jun 2026 05:01 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Balikpapan - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan terus berkomitmen mendorong pertumbuhan sumber ekonomi baru di tengah situasi pemulihan ekonomi saat ini. Salah satu strategi utama yang digencarkan adalah memperkuat ekosistem keuangan syariah melalui tiga pilar penting: penciptaan ekosistem baru, perluasan ekosistem keuangan sosial syariah, dan edukasi masyarakat.

Kepala KPwBI Balikpapan, Robi Ariadi, menjelaskan bahwa pasar ekonomi syariah memiliki potensi yang sangat besar untuk dieksplorasi. Ia mencontohkan tren busana muslim (fashion hijab) serta meningkatnya kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat dan bersih melalui konsumsi produk halal.

"Kami berfokus pada tiga hal utama. Pertama, menciptakan ekosistem baru sebagai sumber pertumbuhan ekonomi. Kedua, memperluas ekosistem keuangan sosial syariah seperti zakat, infak, sedekah, dan kini dikembangkan ke wakaf produktif. Ketiga, mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya ekosistem keuangan syariah," ujar Robi pada Sabtu, 27 Juni 2026 di gelaran Festival Ekonomi Syariah (FESyar).

Terkait perluasan keuangan sosial, BI Balikpapan kini menggalakkan wakaf produktif untuk menciptakan output ekonomi yang nyata dan berputar di masyarakat. Sebagai wujud nyata, BI meresmikan (launching) dua proyek wakaf produktif yang dinilai sudah sangat layak (feasible), yakni proyek kandang ayam petelur kampung di pasar dan di kawasan Al-Banjari. Proyek ini dijalankan setelah melalui tahap uji coba (piloting) yang sukses pada tahun lalu.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Balikpapan, Masrivani, menyambut baik kolaborasi strategis ini. Menurutnya, penguatan ekonomi syariah memerlukan sinergi kuat antara masyarakat dan regulator. Salah satu fokus Kemenag saat ini adalah melakukan percepatan edukasi dan memfasilitasi sertifikasi halal untuk melindungi konsumen.

"Kami sebagai penyelenggara jaminan produk halal di Balikpapan terus mendorong standarisasi halal bagi produk-produk UMKM lokal. Dukungan dari Bank Indonesia Balikpapan sangat luar biasa. Potensi halal ini harus dikawinkan dengan filantropi umat, seperti wakaf produktif, agar dampaknya menjadi amal jariyah yang berkelanjutan," kata Masrivani.

Dampak positif pendampingan BI dan sertifikasi halal ini dirasakan langsung oleh pelaku usaha lokal. Dewi Asmawati, pemilik UMKM binaan BI yang memproduksi camilan khas berupa amplang kekinian, mengungkapkan rasa syukurnya atas pendampingan dari hulu hingga hilir. Berkat sertifikat halal dan pembinaan dari BI, produk amplangnya kini berhasil menembus pasar strategis di rest area jalur Ibu Kota Nusantara (IKN).

"Alhamdulillah, penjualan kami mulai ramai sejak adanya aktivitas di IKN dan berkat bantuan penuh dari BI sejak awal usaha. Kini wisatawan yang berkunjung ke IKN bisa dengan mudah membeli amplang kami sebagai oleh-oleh khas Kalimantan Timur," ujar Dewi menjelaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....