Kemenag Balikpapan: Santri Bergerak, Ekonomi Syariah Tumbuh PESAN 2026

  • 28 Jun 2026 05:05 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Balikpapan - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Balikpapan mendorong para santri untuk menggali potensi wirausaha syariah sejak dini. Melalui ajang Pekan Ekonomi Syariah Nusantara (PESAN) 2026, para santri madrasah dan pondok pesantren unjuk gigi menampilkan berbagai kerajinan bernilai ekonomi sebagai modal kemandirian umat.

Kepala Kantor Kemenag Kota Balikpapan, Masrivani, menjelaskan bahwa pendidikan madrasah dan pondok pesantren tidak hanya berfokus pada ilmu agama, tetapi juga mencetak generasi yang mandiri secara ekonomi.

"Kami ingin mengenalkan ekonomi syariah sejak dini. Pondok pesantren ini lahir dari rasa kasih sayang masyarakat dan memiliki lahan yang luas. Kalau tidak digandeng oleh kekuatan ekonomi pemerintah dan perbankan, lahan itu hanya sekadar lahan mati," ujar Masrivani pada Sabtu, 28 Juni 2026.

Oleh karena itu, Kemenag memberikan edukasi dan pendampingan kepada para santri di lingkungan madrasah dan pondok pesantren. Dengan dukungan masyarakat dan perbankan, keterampilan yang didapatkan santri sejak dini diharapkan mampu mengubah potensi yang ada menjadi karya bernilai ekonomis dan menebar maslahat.

Hasil kebun berupa sayuran, Pupuk kompos, dan kerajinan pernak-pernik hasil karya santri tersebut turut ditampilkan dalam event PESAN 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan ini bertujuan memperkuat ekosistem Industri Kreatif Syariah (IKRA), memperluas pasar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta mendorong kemandirian ekonomi pesantren.

Santri di ajarkan untuk mampu memanfaatkan lahan kosong menjadi kebun bernilai ekonomi pada Pesan 2026.(Foto: RRI Samarinda/Afriani)

Wujud Nyata di Ajang PESAN 2026

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan, Robi Ariadi, menyatakan bahwa BI terus mendorong ekosistem perbankan syariah sebagai salah satu motor penggerak ekonomi syariah baru.

"Salah satunya melalui wakaf produktif yang menjadi potensi besar bagi masyarakat untuk dikembangkan guna menjaga ketahanan pangan dan energi. Hal inilah yang sedang kami bangun," ujar Robi.

Selain itu, Robi menambahkan bahwa BI juga berkomitmen membangun kemandirian ekonomi di pondok pesantren (ponpes) agar dapat bertransformasi menjadi pusat ekonomi baru.

"Jadi, pesantren tidak hanya menjadi pusat ilmu agama, tetapi juga pusat aktivitas ekonomi. Dalam kaitan ini, terdapat tiga program wakaf yang disalurkan, yaitu penyediaan air bersih untuk kebutuhan santri, pengembangan usaha ayam petelur di Ponpes Al-Banjari, serta pendampingan usaha di Ponpes Trubus Iman di Paser," katanya, mengakhiri.

Dengan keterampilan dan dukungan ekosistem ekonomi syariah ini, santri Balikpapan terbukti mampu menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan dan mendukung wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....