Kalimantan Timur Miniatur Indonesia dalam Harmoni Keberagaman
- 13 Agt 2025 12:50 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda: Keberagaman adalah salah satu kekayaan terbesar bangsa Indonesia. Namun, jika kita ingin melihat secara nyata bagaimana keberagaman itu dapat dikelola dengan baik, Kalimantan Timur layak menjadi contoh. Hal itu disampaikan oleh dosen dan praktisi ukum Universitas Mulawarman, Irma Suryani kepada RRI.
Sebagai seorang akademisi yang lama tinggal dan beraktivitas di wilayah ini, menyebut Kalimantan Timur sebagai “miniatur Indonesia.” Ungkapan ini ia pinjam dari mantan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Hadi Mulyadi, yang melihat bahwa provinsi ini merepresentasikan keanekaragaman suku, agama, ras, dan budaya sebagaimana yang dimiliki oleh Indonesia secara keseluruhan.
Di Kalimantan Timur, hidup berdampingan dalam perbedaan bukan hanya wacana, melainkan sudah menjadi praktik kehidupan sehari-hari. Ia menegaskan bahwa meskipun terdapat berbagai latar belakang etnis seperti Jawa, Bugis, Dayak, Madura, Sunda, dan lainnya, masyarakat Kalimantan Timur dikenal kompak dan damai. “Konflik nyaris tidak pernah terdengar, sekalipun ada, dapat diselesaikan dengan musyawarah,” ujar Irma.
| Baca juga: Media Suara Dalam Arus Mudik Kaltim 2026 |
Lebih jauh, Irma menilai bahwa masyarakat Kalimantan Timur secara tidak langsung telah mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan mereka. Prinsip "Bhinneka Tunggal Ika" benar-benar hidup di tengah masyarakat. Mereka menjunjung tinggi adat dan budaya lokal, tanpa menanggalkan identitas masing-masing.
“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” kata Irma menggambarkan bagaimana masyarakat dari luar Kalimantan yang menetap di wilayah ini dapat menyesuaikan diri dan menghormati budaya setempat. Inilah yang menurutnya menjadi kunci kedamaian dan kenyamanan hidup di Kalimantan Timur.
Baca juga: Antara Kemerdekaan Konstitusi dan Realitas Rakyat
| Baca juga: Menuntut Inklusi di Rumah Ibadah |
Baca juga: Refleksi Kemerdekaan di Era Digital
Ia juga menggarisbawahi pentingnya peran lingkungan terdekat, terutama rukun tetangga (RT), dalam menjaga harmonisasi kehidupan bermasyarakat. Ia membandingkan antara kehidupan di perkotaan yang cenderung individualistis dengan kehidupan di pedesaan yang lebih komunal. Namun begitu, menurutnya keharmonisan masih dapat diciptakan di kota selama komunikasi dan solidaritas antarwarga tetap dijaga.
"RT itu penting. Di situlah tempat pertama untuk berdiskusi, bermusyawarah, dan menyelesaikan masalah. Harmonisasi itu dibentuk dari bawah," ujarnya.
| Baca juga: AI Dukung Guru dan Murid Lebih Produktif |
Sebagai seseorang yang berasal dari Sulawesi, Irma mengakui bahwa pergaulannya sehari-hari sangat beragam, mulai dari orang Jawa, Dayak, hingga Madura. Ia menyadari bahwa keberagaman bukan sesuatu yang bisa dihindari, tetapi harus dikelola dengan saling menghargai.
Baginya, perbedaan budaya, etika, hingga cara berpikir justru menjadi kekuatan jika dipadukan dengan kearifan dalam menyikapinya. “Jangan jadikan perbedaan sebagai pemicu konflik. Tapi jadikan sebagai kekuatan untuk memperkuat solidaritas,” kata Irma berpesan.
Menurutnya, untuk menjadi masyarakat yang kuat dan solid, kita harus menanamkan sikap saling menghargai dan tidak mengedepankan ego pribadi. “Keragaman itu tidak bisa dihindari, tapi kita bisa memilih bagaimana menyikapinya,” ujarnya bijak.
Kalimantan Timur telah membuktikan bahwa keberagaman bukanlah penghalang, melainkan potensi besar untuk membangun kehidupan yang damai, harmonis, dan sejahtera. Miniatur Indonesia ini memberikan pelajaran penting bagi seluruh bangsa, bahwa dalam perbedaan, kita tetap bisa bersatu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....