Refleksi Kemerdekaan di Era Digital

  • 12 Agt 2025 13:13 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Kemerdekaan adalah sebuah kata yang sederhana namun sarat makna. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kemerdekaan diartikan sebagai keadaan bebas, lepas dari perhambaan, penjajahan, dan tekanan. Namun, makna tersebut bisa berkembang tergantung dari siapa yang memaknainya, dari mana ia melihat, dan bagaimana ia merasakannya dalam kehidupan sehari-hari.

Warga Kelurahan Bandara, Kota Samarinda, Sugeng Widodo kepada RRI membagikan pandangannya tentang makna kemerdekaan. “Kalau menurut saya, makna kemerdekaan itu bebas berekspresi, tapi tidak kebablasan, dan tentu saja bermanfaat untuk usaha bangsa,” ujar Sugeng dengan penuh keyakinan.

Baginya, kemerdekaan bukan sekadar simbol atau perayaan tahunan, tapi soal sikap dan tanggung jawab dalam menyuarakan pendapat, serta kontribusi nyata terhadap kemajuan negeri.

Ketika ditanya apakah bangsa Indonesia sudah merdeka secara keseluruhan, Sugeng menjawab dengan jujur dan reflektif. “Kalau kita mau bicara merdeka, ya secara secaranya kita sudah merdeka. Tetapi memang masih ada sebagian yang belum merdeka,” katanya. Pernyataan ini menggambarkan bahwa kemerdekaan sejati tidak hanya dilihat dari segi politik atau fisik, tetapi juga dari sisi sosial, ekonomi, hingga kebebasan berpikir dan berpendapat.

“Artinya semua tergantung dari sisi pandangnya dari mana,” ujarnya menambahkan. Dari sudut pandang konstitusi, Republik Indonesia memang telah merdeka sejak 17 Agustus 1945. Namun, dari segi kesejahteraan, keadilan sosial, dan kebebasan individu, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Ia juga menyoroti pentingnya kebebasan berpendapat di era digital. Menurutnya, saat ini masyarakat sebenarnya sudah cukup merdeka dalam menyampaikan pikiran. Namun, tantangannya terletak pada bagaimana kita menjaga batasan dan etika dalam berkomunikasi.

“Kita kadang lupa batasan bahasa. Jadi bablas. Bersosial media itu juga harus berhati-hati, tidak sembarangan,” ujarnya mengingatkan. Perkembangan teknologi memang telah membuka ruang selebar-lebarnya untuk berekspresi, tapi justru di sanalah letak ujian kemerdekaan sejati.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....