Madrid Menang 4-1, Kiper Indonesia Emil Audero Gagalkan Banyak Peluang Los Blancos
- 13 Sep 2026 19:04 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Madrid – Real Madrid mengalahkan Rayo Vallecano 4-1 pada pekan kelima LaLiga Minggu 13 September 2026 WITA, tetapi Emil Audero tampil gemilang di bawah mistar Rayo.
Kiper Timnas Indonesia itu membuat tujuh penyelamatan, termasuk beberapa aksi penting yang mencegah Madrid mencetak gol lebih banyak di Santiago Bernabéu.
Real Madrid langsung tampil agresif sejak menit awal dan membuka keunggulan melalui Kylian Mbappé pada menit ke-14.
Mbappé menjalankan tugas sebagai eksekutor penalti setelah Álvaro Carreras dijatuhkan Florian Lejeune di dalam kotak terlarang.
Audero sebenarnya mampu membaca arah permainan penalti, tetapi sepakan Mbappé terlalu terarah untuk dihentikan. Tiga menit kemudian, Madrid kembali mencetak gol melalui Carreras.
Gol kedua lahir setelah Lejeune kehilangan penguasaan bola di area berbahaya. Carreras kemudian bekerja sama dengan Mbappé sebelum menuntaskan peluang menjadi 2-0.
Pada menit ke-25, Vinícius Junior melepaskan tembakan keras yang masih mampu ditepis Audero. Bola nyaris kembali disambar Mbappé, tetapi Audero bergerak cepat mengamankan situasi.
Kiper kelahiran Mataram tersebut kembali menunjukkan refleks penting pada menit ke-59. Audero menggagalkan tembakan Vinícius dari tepi kotak penalti yang berpotensi menghasilkan gol keempat Madrid.
Tidak berhenti di sana, Audero masih menggagalkan dua peluang dari situasi bola mati. Salah satu penyelamatannya bahkan membuat bola berikutnya membentur mistar gawang.
Penyelamatan terbaik Audero terjadi menjelang akhir pertandingan. Pada menit ke-83, ia menghentikan tembakan voli Mbappé yang mengarah ke sudut gawang.
Catatan statistik memperlihatkan betapa sibuknya Audero sepanjang pertandingan. Madrid mencatat 24 tembakan, 11 di antaranya tepat sasaran, sedangkan Rayo hanya menghasilkan 17 tembakan dengan tujuh mengarah ke gawang.
Audero sendiri menyelesaikan laga dengan tujuh penyelamatan. Angka itu menjadi catatan penting karena Rayo harus menghadapi tekanan Madrid hampir sepanjang pertandingan.
Madrid menambah keunggulan melalui Jude Bellingham pada menit ke-35. Gol tersebut membuat tuan rumah menutup babak pertama dengan keunggulan 3-0.
Rayo sempat memberikan perlawanan setelah jeda. Sergio Camello memperkecil ketertinggalan pada menit ke-51 setelah memanfaatkan kesalahan Madrid.
Momentum Rayo kemudian membuat pertandingan sempat lebih terbuka. Namun, Madrid mampu mengendalikan kembali permainan dan tetap menciptakan sejumlah peluang.
Audero kembali menjadi penghalang ketika Rayo berada dalam tekanan. Statistik pertandingan mencatat Rayo melakukan tujuh penyelamatan, sementara Madrid mencatat enam penyelamatan.
Pada masa tambahan waktu, Mbappé akhirnya mencetak gol keduanya. Penyerang Prancis tersebut menyelesaikan serangan balik dengan tembakan silang yang menutup kemenangan Madrid menjadi 4-1.
Pelatih Real Madrid José Mourinho tidak menutupi adanya penurunan performa timnya setelah jeda.
Mourinho menilai Madrid bermain sangat baik pada babak pertama, tetapi kehilangan kekuatan fisik dan mental untuk mempertahankan intensitas tersebut.
“Kami memulai pertandingan dengan sangat baik dan menciptakan banyak peluang. Namun, setelah jeda, kami kehilangan intensitas,” kata Mourinho.
Mourinho juga menyebut konsentrasi Madrid menurun setelah turun minum. Situasi itu membuat timnya kehilangan bola dalam proses membangun serangan dan kesulitan melakukan tekanan.
Menurut Mourinho, ia sudah memperkirakan pertandingan akan berjalan demikian karena Madrid baru saja menjalani laga Liga Champions melawan Inter Milan.
Targetnya sejak awal adalah memulai pertandingan dengan kuat dan menyelesaikannya secepat mungkin. Menurut Mourinho, Madrid berhasil menjalankan rencana tersebut.
Kemenangan ini menjadi respons Madrid setelah sebelumnya kalah 0-1 dari Real Betis. Los Blancos kemudian mengalahkan Inter Milan 2-1 di Liga Champions sebelum kembali berpesta gol di Bernabéu.
Menariknya, kemenangan 4-1 tersebut tetap menyisakan catatan. Madrid memang mencetak empat gol, tetapi Rayo memiliki periode permainan yang cukup untuk memberikan tekanan setelah turun minum.
Bagi Audero, pertandingan ini menjadi panggung penting. Ia memang kebobolan empat gol, tetapi tujuh penyelamatan menunjukkan Rayo berpotensi menghadapi kekalahan dengan skor jauh lebih besar tanpa penampilan penjaga gawang asal Indonesia tersebut.
Bahkan, laman resmi Real Madrid secara khusus mencatat sejumlah penyelamatan Audero dalam laporan pertandingan mereka. Ini memperlihatkan bahwa meski Madrid menang telak, kiper Rayo menjadi salah satu pemain yang paling menonjol dalam pertandingan.
Kemenangan membuat Madrid menjaga momentum di papan atas LaLiga. Sementara bagi Audero, laga di Bernabéu menjadi bukti bahwa sorotan terhadap dirinya tidak hanya datang dari Indonesia, tetapi juga dari pertandingan besar di Spanyol.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....