Real Madrid Tekuk Inter 2-1, Mbappé dan Valverde Jadi Penentu

  • 09 Sep 2026 06:52 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Madrid – Real Madrid mengawali Liga Champions 2026/2027 dengan kemenangan 2-1 atas Inter Milan, tetapi Thibaut Courtois menjadi sosok penting di balik hasil tersebut.

Dalam pertandingan di Santiago Bernabéu, Rabu, 9 September 2026 dini hari WITA, Madrid unggul cepat melalui Kylian Mbappé dan Federico Valverde. Inter kemudian memperkecil ketertinggalan melalui Carlos Augusto pada babak kedua.

Namun, skor akhir tidak sepenuhnya menggambarkan jalannya pertandingan. Inter lebih dominan dalam penguasaan bola dan mampu menciptakan tekanan berkali-kali, sementara Madrid lebih banyak menunggu, melakukan tekanan pada momen tertentu, lalu memanfaatkan ruang ketika berhasil merebut bola.

Dua gol Madrid pada babak pertama juga lahir dari kesalahan Inter. Mbappé mencetak gol setelah Brahim Díaz memanfaatkan kesalahan pertahanan, sedangkan Valverde merebut bola dari kiper Josep Martínez sebelum mencetak gol kedua.

Pola tersebut membuat Madrid terlihat lebih berbahaya ketika melakukan transisi cepat. Los Blancos tidak membutuhkan banyak penguasaan bola untuk menciptakan keunggulan, sementara Inter harus bekerja lebih keras untuk mengubah dominasi permainan menjadi gol.

Di bawah tekanan Inter, Courtois berkali-kali melakukan penyelamatan penting. Penjaga gawang Belgia itu bahkan menggagalkan peluang berbahaya Inter hingga menit-menit akhir, termasuk penyelamatan krusial pada menit ke-89.

Pelatih Madrid José Mourinho mengakui timnya terlalu kehilangan kendali dalam pertandingan tersebut. Menurutnya, pertandingan berjalan terlalu liar dan bukan jenis permainan yang ia inginkan.

“Pertandingan ini bisa saja berakhir 5-1, 6-1, 6-6. Benar-benar gila. Saya tidak suka kegilaan seperti ini. Saya lebih suka mengontrol semuanya dan tidak perlu bergantung pada kiper hebat seperti Courtois,” kata Mourinho dalam konferensi pers seusai pertandingan.

Mourinho bahkan menilai Courtois layak mendapatkan penghargaan pemain terbaik pertandingan. Ia menyebut jika penghargaan tersebut tidak diberikan kepada Courtois, maka sulit menentukan kapan sang kiper akan mendapatkannya.

“Courtois sebenarnya bisa saja menjadi Man of the Match malam ini. Orang yang memberikan penghargaan itu mungkin sedang tidur. Tapi saya tidak ingin mengurangi apresiasi saya kepada Fede,” ujar Mourinho.

Komentar Mourinho menggambarkan masalah utama Madrid dalam pertandingan tersebut. Mereka memang mampu mencetak dua gol dari situasi yang efektif, tetapi setelah unggul, Inter justru semakin leluasa memainkan bola dan menekan pertahanan tuan rumah.

Inter terus menciptakan peluang hingga akhirnya Carlos Augusto mencetak gol pada menit ke-76 setelah menerima umpan Lautaro Martínez. Gol tersebut membuat 15 menit terakhir berlangsung semakin menegangkan.

Madrid sebenarnya memiliki sejumlah kesempatan untuk membunuh pertandingan lebih awal. Namun, penyelesaian akhir dan penyelamatan Josep Martínez membuat peluang tambahan Los Blancos tidak berubah menjadi gol.

Mourinho juga memberikan perhatian khusus kepada Federico Valverde yang mencetak gol kedua. Meski Valverde mendapat penghargaan pemain terbaik pertandingan, Mourinho tetap menilai kontribusi Courtois sangat besar dalam mempertahankan kemenangan.

Di sisi lain, Mourinho membela Vinícius Júnior yang mendapat sorakan ketika ditarik keluar. Ia mengatakan pemain Brasil tersebut belum berada dalam kondisi fisik terbaik, tetapi tetap bekerja keras untuk kembali ke performa terbaiknya.

“Vinícius layak mendapatkan seluruh rasa hormat saya. Dia belum berada di kondisi fisik 100 persen dan dia mengetahuinya. Dia bekerja lebih keras dari sebelumnya untuk kembali ke performa terbaiknya,” kata Mourinho.

Mourinho juga menilai Inter sebagai salah satu lawan terberat yang dihadapi Madrid. Ia bahkan menyebut Inter sebagai tim terbaik di Italia dengan jarak yang cukup jauh dari pesaingnya.

“Inter adalah tim terbaik di Italia, dan jaraknya cukup jauh. Hanya Roma yang bisa mendekati mereka. Mereka memiliki skuad yang luar biasa dan pelatih yang hebat,” ucap Mourinho.

Kemenangan tersebut akhirnya menjadi milik Madrid, tetapi pertandingan memperlihatkan pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan Mourinho. Madrid efektif ketika menyerang ruang dan memanfaatkan kesalahan lawan, tetapi masih perlu meningkatkan kontrol permainan agar kemenangan tidak bergantung pada penyelamatan Courtois.

Bagi Inter, kekalahan ini menjadi pelajaran penting. Dominasi permainan, penguasaan bola, dan banyaknya peluang belum cukup ketika kesalahan individu justru memberikan dua gol gratis kepada lawan.

Madrid pun mengawali perjalanan di Liga Champions dengan tiga poin. Namun, jika ingin melangkah jauh, performa seperti menghadapi Inter menunjukkan bahwa efektivitas serangan balik dan kualitas Courtois saja tidak selalu cukup untuk menyelamatkan mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....