Sembilan Transfer Musim Panas 2026 yang Mulai Dipertanyakan

  • 06 Sep 2026 20:19 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Bursa transfer musim panas 2026 menghasilkan belanja fantastis, tetapi sejumlah pemain mahal mulai kesulitan membuktikan nilai transfernya.

Memasuki 6 September 2026, performa awal Sávio, Liam Delap hingga Randal Kolo Muani mulai membuat sejumlah transfer mendapat sorotan.

Klub-klub Premier League kembali menjadi aktor utama dalam bursa transfer musim panas. Tottenham menjadi salah satu klub paling agresif dengan pengeluaran lebih dari 300 juta poundsterling.

Namun, investasi besar tersebut belum langsung memberikan hasil di lapangan. Tottenham bahkan belum mencetak gol dalam tiga pertandingan pertama Premier League musim ini.

Salah satu pemain yang ikut menjadi sorotan adalah Sávio. Tottenham membayar sekitar 75 juta poundsterling untuk mendatangkan pemain Brasil tersebut dari Manchester City.

Sávio sudah dua kali tampil untuk Spurs musim ini. Ia mencetak satu gol ketika Tottenham menang 5-1 atas Charlton di Carabao Cup.

Namun, kontribusinya di Premier League belum terlihat. Pada pertandingan melawan Nottingham Forest, Sávio menjadi starter tetapi tidak mampu memberikan perbedaan sebelum digantikan pada menit ke-61.

Tottenham akhirnya bermain imbang 0-0. Lebih mengkhawatirkan, Spurs tidak mencatat satu pun tembakan tepat sasaran dalam pertandingan tersebut.

Kondisi tersebut membuat harga Sávio terlihat semakin berat. Tottenham membutuhkan pemain yang bukan sekadar mampu menggiring bola, tetapi juga menghasilkan gol dan assist.

Nama kedua adalah Mykhailo Mudryk. Tottenham mengambil risiko dengan meminjam pemain Chelsea tersebut setelah masa hukuman dopingnya berakhir.

Mudryk baru kembali bermain dalam pertandingan kompetitif pada 5 September. Ia masuk sebagai pemain pengganti melawan Nottingham Forest setelah terakhir kali tampil 645 hari sebelumnya.

Kesepakatan tersebut juga memiliki opsi pembelian permanen yang nilainya sangat besar. Karena itu, Tottenham mengambil risiko terhadap pemain yang belum teruji kembali setelah absen panjang.

Berbeda dengan dua pemain Tottenham tersebut, Liam Delap menghadapi persoalan yang berbeda di Nottingham Forest. Penyerang Inggris itu dibeli dari Chelsea dengan nilai sekitar 50 juta poundsterling.

Delap sebenarnya memiliki alasan kuat untuk mendapatkan kesempatan kedua. Bersama Ipswich Town pada 2024/2025, ia mencetak 12 gol Premier League.

Namun, musim pertamanya bersama Chelsea berjalan buruk. Delap hanya mencetak satu gol dalam 28 penampilan Premier League menurut catatan statistik musim lalu.

Awal bersama Forest juga belum menggembirakan. Hingga 6 September, Delap sudah bermain dua pertandingan Premier League tanpa mencetak gol.

Randal Kolo Muani juga menjadi investasi yang menarik perhatian. Juventus mempermanenkan penyerang Prancis itu dari Paris Saint-Germain dengan nilai sekitar 41,2 juta euro.

Keputusan tersebut didasarkan pada performa Kolo Muani ketika menjalani periode pertama di Turin. Ia mencetak delapan gol dalam 16 pertandingan Serie A pada musim 2024/2025.

Namun, musim 2026/2027 belum memberikan kontribusi serupa. Kolo Muani sudah tampil dua kali di Serie A dan belum mencetak gol.

Situasi tersebut belum cukup untuk menyebut transfernya gagal. Juventus baru memainkan dua pertandingan liga dan Kolo Muani masih memiliki waktu panjang untuk membuktikan keputusan klub.

Gonçalo Ramos juga masuk kategori transfer dengan tekanan tinggi. AC Milan membayar sekitar 74 juta euro untuk mendatangkan penyerang Portugal tersebut dari PSG.

Ramos sebelumnya bukan pilihan utama di PSG. Musim lalu ia mencatat 13 gol dalam 50 pertandingan, sehingga Milan berharap lingkungan baru dapat membuatnya kembali menjadi penyerang utama.

Sejauh awal musim ini, Ramos sudah bermain untuk Milan dan masih beradaptasi dengan sistem baru. Milan dijadwalkan menghadapi Juventus pada 6 September, sehingga pertandingan tersebut bisa menjadi kesempatan penting baginya.

Gabriel Martinelli justru harus ditempatkan dalam kategori berbeda. Arsenal melepasnya ke Al-Hilal setelah tujuh tahun memperkuat klub London tersebut.

Martinelli mencatat 278 penampilan dan 62 gol bersama Arsenal. Ia juga menjadi bagian dari skuad yang membantu Arsenal memenangkan Premier League musim lalu.

Nilai transfernya diperkirakan mencapai sedikitnya 70 juta euro. Martinelli menandatangani kontrak empat tahun bersama Al-Hilal.

Namun, sampai 6 September belum ada alasan kuat untuk memasukkannya sebagai transfer buruk. Martinelli baru menjalani debut setelah masuk dari bangku cadangan selama 23 menit ketika Al-Hilal menang 2-0 atas Al-Shabab pada 4 September.

Sementara itu, Sorotan lain mengarah kepada Yan Diomande, rekrutan termahal Real Madrid pada musim panas ini dengan nilai transfer mencapai 125 juta euro. Pemain Pantai Gading tersebut datang setelah tampil impresif bersama RB Leipzig musim lalu, dengan 12 gol dan delapan assist dari 33 pertandingan Bundesliga.

Namun, Diomande belum sekalipun masuk starting XI Madrid hingga pertandingan melawan Real Betis pada 5 September. Ia hanya mendapat menit sebagai pemain pengganti dalam tiga laga awal menghadapi Espanyol, Real Sociedad, dan Málaga, dengan total sekitar 77 menit menurut laporan terbaru.

Kondisi tersebut cukup menarik karena Madrid mengeluarkan investasi sangat besar untuk pemain berusia 19 tahun tersebut. Bahkan sebelum laga Betis, Diomande sempat diprediksi mendapat kesempatan menjadi starter untuk pertama kalinya, tetapi Mourinho kembali memilih pemain lain dalam susunan awal.

Mourinho menjelaskan pendekatan tersebut bukan karena Diomande tidak memenuhi ekspektasi. Pelatih asal Portugal itu ingin menaikkan menit bermainnya secara bertahap, sambil membantunya memahami pola permainan Madrid dan menghindarkannya dari tekanan akibat harga transfer yang sangat tinggi.

Beralih ke situasi Mohamed Salah yang menjadi kasus yang paling unik. Liverpool melepasnya secara gratis dan sang pemain kemudian bergabung dengan Trabzonspor.

Dari sisi Trabzonspor, transfer tersebut sulit disebut buruk. Klub Turki itu mendapatkan salah satu pemain paling produktif dalam sejarah Premier League tanpa membayar biaya transfer.

Namun, dari sisi karier Salah, kepindahan tersebut mengundang pertanyaan. Pada usia 34 tahun, ia masih memiliki kemampuan untuk bermain di level tertinggi Eropa.

Karena itu, label “transfer terburuk” terhadap Salah lebih berkaitan dengan pilihan karier, bukan performanya. Berbeda dengan Sávio atau Delap, belum ada bukti bahwa Salah gagal di klub barunya.

Dengan demikian, penilaian terhadap Sembilan transfer tersebut seharusnya tidak disamaratakan. Sávio dan Mudryk sudah memberikan alasan kuat untuk dipertanyakan, Delap dan Kolo Muani masih mencari momentum, sedangkan Martinelli, Yan Diomande dan Salah terlalu dini untuk disebut gagal.

Bursa transfer memang bisa dinilai dari angka, tetapi lapangan membutuhkan waktu untuk memberikan jawaban. Hingga 6 September 2026, beberapa transfer sudah menunjukkan tanda bahaya, sementara sebagian lainnya baru memasuki tahap adaptasi.

Sávio: tekanan paling besar karena harga 75 juta poundsterling dan Tottenham belum mencetak gol dalam tiga laga liga.

Mudryk: perjudian besar karena baru kembali setelah 645 hari dan Tottenham masih tanpa gol di liga.

Delap: baru dua laga bersama Forest dan belum mencetak gol, tetapi masih terlalu awal untuk menghakimi.

Kolo Muani: dua laga Serie A tanpa gol setelah dipermanenkan Juventus; performanya masih harus ditunggu.

Martinelli: baru 23 menit bermain bersama Al-Hilal, sehingga belum pantas disebut gagal.

Gonçalo Ramos: transfer mahal dengan tuntutan tinggi, tetapi evaluasi baru bisa dilakukan setelah lebih banyak pertandingan.

Yan Diomande: belum pernah masuk starting Line-up di musim ini, namun ada alasan dibalik itu semua Morinho ingin dia bertahap.

Salah: transfer gratis yang sangat menguntungkan Trabzonspor, tetapi pilihan kariernya yang membuat transfer ini diperdebatkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....