Mbappe Akui Harus Lebih Bertahan Jelang Lawan Inter

  • 08 Sep 2026 09:30 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Madrid – Kylian Mbappe mengakui masih harus meningkatkan kontribusi defensifnya bersama Real Madrid menjelang menghadapi Inter Milan di Liga Champions. Namun, penyerang Prancis itu menegaskan dirinya memiliki kontribusi berbeda dibanding pemain depan Paris Saint-Germain.

Real Madrid akan menjamu Inter pada matchday pertama fase liga Liga Champions di Santiago Bernabéu, Rabu 9 September 2026 dinihari WITA. Pertandingan tersebut menjadi ujian penting bagi Madrid setelah mereka baru saja kalah 0-1 dari Real Betis di LaLiga.

Pertanyaan mengenai kemampuan bertahan Mbappe muncul setelah PSG meraih dua gelar Liga Champions secara beruntun sejak kepergiannya ke Madrid. Salah satu perbedaan yang banyak disorot adalah kesediaan para penyerang PSG untuk ikut melakukan tekanan dan membantu pertahanan.

Mbappe tidak menghindari kritik tersebut. Ia mengakui masih ada ruang untuk berkembang, tetapi mempertanyakan mengapa sorotan seolah hanya diarahkan kepadanya dan Vinicius Junior.

“Saya bisa mengatakan bahwa saya mencetak lebih banyak gol daripada mereka, dan mereka seharusnya mencetak lebih banyak gol. Tetapi saya harus pintar dan mengakui bahwa saya perlu berkembang, meskipun saya melakukan beberapa hal yang tidak dilakukan pemain lain,” kata Mbappe.

Pernyataan tersebut sekaligus memperlihatkan cara Mbappe melihat perannya. Ia tidak menolak tuntutan untuk membantu pertahanan, tetapi menilai kontribusi pemain tidak bisa hanya diukur dari intensitas bertahan tanpa melihat pekerjaan mereka ketika menguasai bola.

Mbappe memang memiliki modal luar biasa dalam urusan mencetak gol di kompetisi Eropa. Ia telah mencetak 70 gol dalam 98 pertandingan Liga Champions dan menjadi pencetak gol terbanyak keenam dalam sejarah kompetisi, tidak termasuk babak kualifikasi.

Jika mampu mencetak gol ke gawang Inter, Mbappe akan menyamai catatan Raul dengan 71 gol dan naik ke posisi kelima dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Eropa atau Liga Champions. Dari 70 gol tersebut, 22 dicetak dalam 25 pertandingan bersama Real Madrid.

Produktivitas Mbappe juga menjadi bagian penting dari kekuatan Madrid di Liga Champions. Dalam lima musim terakhir, Mbappe tercatat menghasilkan 43 gol dan sembilan assist, sementara Vinicius menyumbang 30 gol dan 22 assist. Keduanya menjadi dua pemain dengan kontribusi gol terbanyak dalam periode tersebut.

Menariknya, kritik terhadap Mbappe datang ketika Madrid sedang mencoba membangun keseimbangan baru di bawah Jose Mourinho. Pelatih asal Portugal itu sebelumnya menegaskan pentingnya kontribusi seluruh pemain dalam struktur permainan, termasuk ketika tim harus bertahan.

Mourinho juga menghadapi pertandingan yang memiliki nilai emosional karena Inter merupakan klub yang pernah membawanya meraih gelar Liga Champions pada 2010. Ia juga akan berhadapan dengan Cristian Chivu, mantan pemainnya yang kini menangani Inter.

“Chivu akan selalu menjadi salah satu pemain saya. Saya sangat bahagia untuknya dan apa yang dia capai. Saya akan menyapanya sebelum dan sesudah pertandingan, tetapi selama pertandingan saya hanya fokus pada pertandingan,” ujar Mourinho.

Pertemuan Madrid dan Inter menjadi kesempatan bagi Mourinho untuk melanjutkan catatan impresifnya di Liga Champions bersama Los Blancos. Dari 36 pertandingan pada periode pertamanya menangani Madrid, Mourinho meraih 24 kemenangan atau sekitar 66,7 persen.

Madrid juga memiliki catatan produktif ketika Mourinho menangani mereka di kompetisi Eropa. Los Blancos mencetak gol dalam 35 dari 36 pertandingan Liga Champions bersama Mourinho, atau mencapai persentase 97 persen.

Bagi Mbappe, laga melawan Inter bukan hanya soal mengejar rekor Raul. Pertandingan ini juga menjadi kesempatan untuk menjawab kritik melalui performa di lapangan, sekaligus membantu Madrid memulai perjalanan menuju gelar Liga Champions yang belum mereka raih dalam beberapa musim terakhir.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....