Rodri Debut, Barcelona Tak Terbendung dan Tundukkan Athletic Club

  • 28 Agt 2026 07:27 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Dunia – Barcelona melanjutkan start sempurna di LaLiga setelah menaklukkan Athletic Club 2-0 di Camp Nou Jumat 28 Agustus 2026. Raphinha dan Fermin Lopez menjadi penentu kemenangan tuan rumah.

Pertandingan ini juga menjadi momen penting bagi Barcelona karena Rodri menjalani debut setelah masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-63.

Gelandang Spanyol tersebut mendapatkan sambutan meriah ketika memasuki lapangan. Hampir 30 menit berada di atas lapangan menjadi langkah awal Rodri untuk kembali mendapatkan ritme pertandingan bersama Barcelona.

Kemenangan atas Athletic membuat Barcelona mengoleksi enam poin dari dua pertandingan LaLiga.

Barcelona langsung mengambil kendali permainan sejak menit awal.

Lamine Yamal mendapatkan dua peluang pertama tuan rumah. Namun, upayanya belum menghasilkan gol.

Tembakan pertama Yamal masih kurang tajam, sementara percobaan berikutnya memaksa Unai Simon melakukan penyelamatan spektakuler.

Penampilan Simon kemudian menjadi alasan utama Athletic tetap bertahan dalam pertandingan.

Raphinha sempat mengancam melalui sundulan yang mengenai tiang gawang. Barcelona juga hampir mencetak gol melalui Pedri.

Namun, gol tersebut dianulir karena Yamal berada dalam posisi offside ketika rangkaian serangan dimulai.

Tekanan Barcelona akhirnya menghasilkan gol pada menit ke-37.

Pedri turun lebih dalam untuk mengambil bola sebelum melepaskan umpan terobosan khasnya di antara Aymeric Laporte dan Yeray Alvarez.

Raphinha bergerak cepat, melewati Simon, kemudian memasukkan bola ke gawang yang sudah terbuka.

Barcelona Unggul 1-0

Keunggulan Barcelona tidak membuat Athletic keluar dari tekanan.

Yamal kembali mendapatkan peluang menjelang babak pertama berakhir. Kali ini, ia sudah berada sangat dekat dengan gawang.

Namun, Simon kembali menunjukkan refleks luar biasa untuk menggagalkan peluang tersebut.

Kiper Athletic itu menjadi pemain paling sibuk di pertandingan.

Setelah jeda, Yamal kembali mencoba peruntungannya dari luar kotak penalti. Bola sempat membentur pemain lawan, melambung dan kemudian mengenai mistar gawang.

Rangkaian kegagalan tersebut membuat Barcelona harus berhati-hati.

Sebab, ketika sebuah tim gagal mengonversi banyak peluang, satu serangan balik dapat mengubah jalannya pertandingan.

Athletic kemudian hampir memberikan kejutan melalui Oihan Sancet. Tendangannya dari sekitar 20 yard mengenai tiang gawang.

Itu menjadi salah satu peluang terbaik Athletic sepanjang pertandingan.

Sorotan kemudian beralih kepada Rodri.

Pada menit ke-63, gelandang tersebut masuk dari bangku cadangan untuk menjalani debutnya bersama Barcelona.

Rodri langsung memberikan tambahan pengalaman dan ketenangan di lini tengah.

Kehadirannya menjadi bagian dari upaya Barcelona menjaga kontrol permainan sekaligus mengamankan keunggulan.

Meski belum bermain penuh, hampir 30 menit di lapangan menjadi awal penting bagi proses adaptasi Rodri.

Barcelona juga berpeluang menjadikannya starter ketika menghadapi Rayo Vallecano pada pertandingan berikutnya.

Barcelona akhirnya mendapatkan gol kedua pada menit ke-82.

Karim Adeyemi, yang juga merupakan rekrutan baru, menjadi bagian penting dari proses terciptanya gol tersebut.

Pemain sayap itu mengirimkan umpan silang dari sisi kiri. Laporte berusaha menghalau bola, tetapi arah sentuhannya justru mengarah ke gawang sendiri.

Simon sudah terjatuh dan kehilangan posisi.

Fermin Lopez berada di tempat yang tepat dan tinggal mendorong bola ke gawang yang kosong.

Barcelona Unggul 2-0

Athletic masih memiliki waktu untuk memberikan respons, tetapi Barcelona mampu menjaga keunggulan hingga pertandingan berakhir.

Simon bahkan kembali membuat penyelamatan gemilang ketika menggagalkan tembakan Adeyemi di tiang jauh.

Kemenangan Barcelona tidak datang secara kebetulan.

Tim asuhan Hansi Flick melepaskan 22 tembakan sepanjang pertandingan dan menghasilkan 3,9 expected goals atau xG.

Sebaliknya, Athletic hanya mampu menciptakan lima tembakan dengan 0,22 xG.

Perbedaan tersebut menggambarkan dominasi Barcelona dalam menciptakan peluang.

Menariknya, Athletic tidak sekalipun memaksa kiper Barcelona Joan García melakukan penyelamatan.

Artinya, meski Simon tampil luar biasa, lini depan Athletic gagal memberikan tekanan yang seimbang kepada pertahanan Barcelona.

Simon tercatat melakukan delapan penyelamatan.

Tanpa performa luar biasa dari sang penjaga gawang, selisih skor kemungkinan bisa jauh lebih besar.

Kemenangan ini juga menghasilkan catatan penting bagi Barcelona.

Blaugrana kini telah memenangkan 20 pertandingan kandang LaLiga secara beruntun.

Rentetan tersebut dimulai setelah kekalahan 2-3 dari Valencia pada Mei 2025.

Catatan tersebut menjadi yang terpanjang Barcelona di bawah satu pelatih sejak era Rinus Michels pada musim 1973-1974.

Ketika itu, Barcelona pernah memenangkan 21 pertandingan kandang LaLiga secara beruntun.

Artinya, Barcelona hanya membutuhkan satu kemenangan kandang lagi untuk menyamai catatan tersebut.

Selain itu, Bagi Athletic Club, kekalahan ini menjadi pukulan kedua.

Edin Terzic menjadi pelatih Athletic yang kalah dalam dua pertandingan LaLiga pertamanya sejak Ernesto Valverde pada musim 2003-2004.

Masalah terbesar Athletic terlihat jelas di sektor serangan.

Mereka hanya menciptakan 0,22 xG dan tidak mampu membuat Joan García melakukan satu penyelamatan pun.

Melawan Barcelona di Camp Nou, kesulitan menciptakan peluang tentu menjadi persoalan serius.

Terzic masih memiliki waktu untuk memperbaiki tim, tetapi pertandingan ini menunjukkan adanya jarak kualitas yang cukup besar.

Di sisi Barcelona, debut Rodri menjadi salah satu cerita terbesar dari kemenangan tersebut.

Gelandang berpengalaman itu belum berada dalam kondisi untuk bermain penuh, tetapi masuknya ia ke lapangan menunjukkan proses menuju kebugaran kompetitif mulai berjalan.

Bagi Flick, kehadiran Rodri memberikan opsi tambahan di lini tengah.

Barcelona sudah memiliki Pedri dan sejumlah gelandang dengan karakter berbeda. Dengan Rodri, mereka mendapatkan pemain yang mampu menjaga keseimbangan, membaca permainan dan membantu mengontrol tempo.

Jika Rodri mampu mencapai kondisi terbaiknya, Barcelona akan memiliki tambahan kekuatan penting untuk menjalani musim panjang.

Sementara itu, Raphinha dan Fermin menunjukkan bahwa produktivitas Barcelona tidak hanya bergantung kepada satu pemain.

Yamal terus menciptakan ancaman meski belum mencetak gol, Pedri menjadi sumber kreativitas, sementara Adeyemi mulai memberikan kontribusi dalam serangan.

Barcelona menang 2-0, tetapi pesan terbesar dari Camp Nou bukan hanya tiga poin. Mereka menunjukkan dominasi, memperpanjang rekor kandang, dan mendapatkan tambahan amunisi penting melalui debut Rodri.

Dengan enam poin dari dua pertandingan, Barcelona mengawali perjalanan LaLiga dengan momentum yang sangat positif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....