Paparan Asap Ancam Relawan, 100 Petugas Karhutla Diperiksa

  • 07 Okt 2026 13:29 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Sebanyak 100 relawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Samarinda menjalani pemeriksaan kesehatan gratis di tengah aktivitas pemadaman yang berlangsung selama dua bulan terakhir. Pemeriksaan dilakukan di Posko Karhutla BPBD Samarinda, Jalan Sentosa Dalam, Rabu, 7 Oktober 2026.

Kegiatan ini melibatkan Pemerintah Kota Samarinda, BPBD, pemadam kebakaran, serta Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Temindung dan Puskesmas Remaja. Pemeriksaan tersebut menjadi upaya memantau kondisi kesehatan relawan yang menghadapi paparan asap dan risiko selama bertugas.

Ketua Info Taruna Samarinda (ITS), Joko Iswanto, mengatakan relawan membutuhkan perhatian kesehatan setelah menjalankan tugas pemadaman dalam waktu panjang. Paparan asap tebal menjadi salah satu risiko yang dihadapi saat berada di lokasi kebakaran.

“Selama dua bulan relawan terus berjibaku memadamkan api di lapangan,” ujar Joko.

Ia menyebut sekitar 15 relawan mengalami sesak napas selama penanganan karhutla. Selain gangguan pernapasan, beberapa relawan juga dilaporkan mengalami insiden terkena api ketika menjalankan tugas.

Wilayah penanganan dengan paparan asap cukup tebal antara lain Sambutan, Makroman, Sungai Siring, Pampang, dan Betapus. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam upaya menjaga keselamatan relawan selama pemadaman berlangsung.

Pemeriksaan dibagi menjadi dua sesi, yakni pukul 08.30–10.30 Wita dan 13.00–15.00 Wita. Layanan meliputi pemeriksaan kesehatan dasar dan pemeriksaan darah untuk mengetahui kondisi peserta.

Petugas Puskesmas Temindung, Neneng, mengatakan tim kesehatan yang diterjunkan terdiri atas dokter, perawat, bidan, analis laboratorium, dan tenaga farmasi. Tim tersebut disiapkan untuk mendukung pemeriksaan relawan yang mengikuti kegiatan.

Selain memeriksa relawan, tenaga kesehatan juga menyoroti dampak kondisi kering terhadap kesehatan masyarakat. Neneng menyebut keluhan yang umum ditemukan meliputi batuk, pilek, demam, dan pusing.

Ia mengatakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah pelayanan Puskesmas Temindung meningkat sekitar 30 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, hasil pemeriksaan awal terhadap relawan yang telah diperiksa belum menunjukkan temuan penyakit.

“Peningkatan kasus ISPA sekitar 30 persen dari bulan sebelumnya,” kata Neneng.

Neneng mengingatkan relawan untuk menjaga asupan makanan dan cairan selama menjalankan tugas. Konsumsi makanan bergizi, buah, sayuran, dan air putih dianjurkan untuk membantu menjaga kondisi tubuh.

Relawan juga disarankan membatasi konsumsi gorengan dan makanan berlemak secara berlebihan. Pemeriksaan kesehatan ini diharapkan membantu memantau kondisi relawan di tengah penanganan karhutla yang masih berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....