Dinkes Samarinda Keluarkan Rekomendasi Belajar Daring imbas Kabut Asap Karhutla

  • 18 Sep 2026 08:44 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda merekomendasikan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa TK hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), menyusul memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Rekomendasi tersebut mulai berlaku 17 hingga 19 September 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismed Kusasih mengatakan, rekomendasi tersebut diberikan setelah kualitas udara menunjukkan kondisi tidak sehat hingga sangat tidak sehat.

Pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menunjukkan, konsentrasi partikulat tergolong tinggi. Pada 17 September, konsentrasi partikulat tercatat mencapai 300 mikrogram per meter kubik dan pada 18 September sekitar 200 mikrogram per meter kubik.

“Artinya kualitas udara itu dari yang tidak sehat sampai keadaan yang cukup berbahaya. Oleh karena itu, kami dari Dinas Kesehatan memberikan rekomendasi kepada satuan tugas (Satgas) penanganan musibah dan bencana di Kota Samarinda untuk pembelajaran jarak jauh alias daring,” kata Ismed.

Selain menggunakan data BMKG dan DLH, Dinas Kesehatan juga memantau kualitas udara melalui 26 puskesmas di Samarinda. Pemantauan dilakukan tim kesehatan lingkungan menggunakan alat particle counter untuk mengukur kualitas udara di dalam ruangan.

"Hampir di semua Puskesmas itu memang rata-rata kualitas udaranya yang PM2.5 maupun PM10 sudah di atas normal. Itu menunjukkan tanda-tanda yang sangat tidak baik. Atas dasar itulah kami memberi rekomendasi itu," ujar Ismed.

Namun untuk sementara, lanjutnya, rekomendasi berkegiatan dari rumah hanya ditujukan bagi siswa sekolah dan belum diperluas menjadi kebijakan bekerja dari rumah bagi aparatur sipil negara (ASN). Ismed mengatakan, perhatian saat ini difokuskan kepada kelompok yang lebih rentan terhadap dampak buruk kualitas udara.

Kelompok tersebut, antara lain bayi dan balita, anak-anak, ibu hamil, serta masyarakat dengan penyakit paru kronis. Penderita penyakit jantung dan orang dengan daya tahan tubuh rendah juga diminta lebih waspada terhadap paparan kabut asap.

"Kami menganjurkan untuk menggunakan alat pelindung diri (APD) mendekati dengan ketentuan APD yang disarankan. Kalau masker, gunakan masker bedah dan dilapisi dengan kain atau N95," ucap Ismed.

Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan agar terhindar dari paparan partikel udara yang tercemar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....